<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2178758604110707171</id><updated>2011-07-07T19:09:16.046-07:00</updated><category term='D.I Yogyakarta'/><category term='Sejarah'/><category term='Banten'/><category term='Nusantara'/><category term='Jawa Barat'/><category term='Jakarta'/><category term='Jawa Tengah'/><category term='kebangsaan'/><title type='text'>NusantaraKu Nusantara Kita</title><subtitle type='html'>Bhineka Tunggal Ika</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dana Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Sln_Fyh99eI/AAAAAAAAABg/B4ApiJ9vsMc/S220/Lagi+dan+lagi+(2)edited.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2178758604110707171.post-7124631939623267077</id><published>2009-08-14T00:54:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T00:54:00.540-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='D.I Yogyakarta'/><title type='text'>SEJARAH KOTA YOGYAKARTA</title><content type='html'>Berdirinya Kota Yogyakarta berawal dari adanya Perjanjian Gianti pada Tanggal 13 Februari 1755 yang ditandatangani Kompeni Belanda di bawah tanda tangan Gubernur Nicholas Hartingh atas nama Gubernur Jendral Jacob Mossel. Isi Perjanjian Gianti : Negara Mataram dibagi dua : Setengah masih menjadi Hak Kerajaan Surakarta, setengah lagi menjadi Hak Pangeran Mangkubumi. Dalam perjanjian itu pula Pengeran Mangkubumi diakui menjadi Raja atas setengah daerah Pedalaman Kerajaan Jawa dengan Gelar Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing Alega Abdul Rachman Sayidin Panatagama Khalifatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun daerah-daerah yang menjadi kekuasaannya adalah Mataram (Yogyakarta), Pojong, Sukowati, Bagelen, Kedu, Bumigede dan ditambah daerah mancanegara yaitu; Madiun, Magetan, Cirebon, Separuh Pacitan, Kartosuro, Kalangbret, Tulungagung, Mojokerto, Bojonegoro, Ngawen, Sela, Kuwu, Wonosari, Grobogan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai Perjanjian Pembagian Daerah itu, Pengeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I segera menetapkan bahwa Daerah Mataram yang ada di dalam kekuasaannya itu diberi nama Ngayogyakarta Hadiningrat dan beribukota di Ngayogyakarta (Yogyakarta). Ketetapan ini diumumkan pada tanggal 13 Maret 1755.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat yang dipilih menjadi ibukota dan pusat pemerintahan ini ialah Hutan yang disebut Beringin, dimana telah ada sebuah desa kecil bernama Pachetokan, sedang disana terdapat suatu pesanggrahan dinamai Garjitowati, yang dibuat oleh Susuhunan Paku Buwono II dulu dan namanya kemudian diubah menjadi Ayodya. Setelah penetapan tersebut diatas diumumkan, Sultan Hamengku Buwono segera memerintahkan kepada rakyat membabad hutan tadi untuk didirikan Kraton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Kraton itu jadi, Sultan Hamengku Buwono I berkenan menempati pasanggrahan Ambarketawang daerah Gamping, yang tengah dikerjakan juga. Menempatinya pesanggrahan tersebut resminya pada tanggal 9 Oktober 1755. Dari tempat inilah beliau selalu mengawasi dan mengatur pembangunan kraton yang sedang dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun kemudian Sultan Hamengku Buwono I berkenan memasuki Istana Baru sebagai peresmiannya. Dengan demikian berdirilah Kota Yogyakarta atau dengan nama utuhnya ialah Negari Ngayogyakarta Hadiningrat. Pesanggrahan Ambarketawang ditinggalkan oleh Sultan Hamengku Buwono untuk berpindah menetap di Kraton yang baru. Peresmian mana terjadi Tanggal 7 Oktober 1756&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Yogyakarta dibangun pada tahun 1755, bersamaan dengan dibangunnya Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I di Hutan Beringin, suatu kawasan diantara sungai Winongo dan sungai Code dimana lokasi tersebut nampak strategi menurut segi pertahanan keamanan pada waktu itu&lt;br /&gt;Sesudah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII menerima piagam pengangkatan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Propinsi DIY dari Presiden RI, selanjutnya pada tanggal 5 September 1945 beliau mengeluarkan amanat yang menyatakan bahwa daerah Kesultanan dan daerah Pakualaman merupakan Daerah Istimewa yang menjadi bagian dari Republik Indonesia menurut pasal 18 UUD 1945.  Dan pada tanggal 30 Oktober 1945, beliau mengeluarkan amanat kedua yang menyatakan bahwa pelaksanaan Pemerintahan di Daerah Istimewa Yogyakarta akan dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII bersama-sama Badan Pekerja Komite Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Kota Yogyakarta baik yang menjadi bagian dari Kesultanan maupun yang menjadi bagian dari Pakualaman telah dapat membentuk suatu DPR Kota dan Dewan Pemerintahan Kota yang dipimpin oleh kedua Bupati Kota Kasultanan dan Pakualaman, tetapi Kota Yogyakarta belum menjadi Kota Praja atau Kota Otonom, sebab kekuasaan otonomi yang meliputi berbagai bidang pemerintahan massih tetap berada di tangan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Yogyakarta yang meliputi daerah Kasultanan dan Pakualaman baru menjadi Kota Praja atau Kota Otonomi dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1947, dalam pasal I menyatakan bahwa Kabupaten Kota Yogyakarta yang meliputi wilayah Kasultanan dan Pakualaman serta beberapa daerah dari Kabupaten Bantul yang sekarang menjadi Kecamatan Kotagede dan Umbulharjo ditetapkan sebagai daerah yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.  Daerah tersebut dinamakan Haminte Kota Yogyakaarta.&lt;br /&gt;Untuk melaksanakan otonomi tersebut Walikota pertama yang dijabat oleh Ir.Moh Enoh mengalami kesulitan karena wilayah tersebut masih merupakan bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan statusnya belum dilepas.  Hal itu semakin nyata dengan adanya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1948 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Daerah, di mana Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Tingkat I dan Kotapraja Yogyakarta sebagai Tingkat II yang menjadi bagian Daerah Istimewa Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Walikota kedua dijabat oleh Mr.Soedarisman Poerwokusumo yang kedudukannya juga sebagai Badan Pemerintah Harian serta merangkap menjadi Pimpinan Legislatif yang pada waktu itu bernama DPR-GR dengan anggota 25 orang.  DPRD Kota Yogyakarta baru dibentuk pada tanggal 5 Mei 1958 dengan anggota 20 orang sebagai hasil Pemilu 1955.&lt;br /&gt;Dengan kembali ke UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959, maka Undang-undang Nomor 1 Tahun 1957 diganti dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 1965 tentang pokok-pokok Pemerintahan di Daerah, tugas Kepala Daerah dan DPRD dipisahkan dan dibentuk Wakil Kepala Daerah dan badan Pemerintah Harian serta sebutan Kota Praja diganti Kotamadya Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar Tap MPRS Nomor XXI/MPRS/1966 dikeluarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah.  Berdasarkan Undang-undang tersebut, DIY merupakan Propinsi dan juga Daerah Tingkat I yang dipimpin oleh Kepala Daerah dengan sebutan Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta dan Wakil Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta yang tidak terikat oleh ketentuan masa jabatan, syarat dan cara pengankatan bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah lainnya, khususnya bagi beliiau Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII.  Sedangkan Kotamadya Yogyakarta merupakan daerah Tingkat II yang dipimpin oleh Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II dimana terikat oleh ketentuan masa jabatan, syarat dan cara pengangkatan bagi kepala Daerah Tingkat II seperti yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan bergulirnya era reformasi, tuntutan untuk menyelenggarakan pemerintahan di daerah secara otonom semakin mengemuka, maka keluarlah Undang-undang No.22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur kewenangan Daerah menyelenggarakan otonomi daerah secara luas,nyata dan bertanggung jawab.  Sesuai UU ini maka sebutan untuk Kotamadya Dati II Yogyakarta diubah menjadi Kota Yogyakarta sedangkan untuk pemerintahannya disebut denan Pemerintahan Kota Yogyakarta dengan Walikota Yogyakarta sebagai Kepala Daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Source from&lt;/span&gt; : http://www.jogjakota.go.id/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2178758604110707171-7124631939623267077?l=nusantarakunusantarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/feeds/7124631939623267077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/08/sejarah-kota-yogyakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/7124631939623267077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/7124631939623267077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/08/sejarah-kota-yogyakarta.html' title='SEJARAH KOTA YOGYAKARTA'/><author><name>Dana Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Sln_Fyh99eI/AAAAAAAAABg/B4ApiJ9vsMc/S220/Lagi+dan+lagi+(2)edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2178758604110707171.post-8998181399649775598</id><published>2009-08-10T00:49:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T00:49:00.793-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='D.I Yogyakarta'/><title type='text'>Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta</title><content type='html'>Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah provinsi yang berdasarkan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Selain itu ditambahkan pula mantan-mantan wilayah Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Praja Mangkunagaran yang sebelumnya merupakan enklave di Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah provinsi yang berdasarkan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Selain itu ditambahkan pula mantan-mantan wilayah Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Praja Mangkunagaran yang sebelumnya merupakan enklave di Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sejarah Awal Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta&lt;/span&gt; : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sejarah Keistimewaan dan Pemerintahan Prop. DIY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dirunut asal mulanya dari tahun 1945, bahkan sebelum itu. Beberapa minggu setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, atas desakan rakyat dan setelah melihat kondisi yang ada, Hamengkubuwono IX mengeluarkan dekrit kerajaan yang dikenal dengan Amanat 5 September 1945 . Isi dekrit tersebut adalah integrasi monarki Yogyakarta ke dalam Republik Indonesia. Dekrit dengan isi yang serupa juga dikeluarkan oleh Paku Alam VIII pada hari yang sama. Dekrit integrasi dengan Republik Indonesia semacam itu sebenarnya juga dikeluarkan oleh berbagai monarki di Nusantara, walau tidak sedikit monarki yang menunggu ditegakkannya pemerintahan Nederland Indische setelah kekalahan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu kekuasaan Kasultanan Yogyakarta meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kabupaten Kota Yogyakarta dengan bupatinya KRT Hardjodiningrat,&lt;br /&gt;   2. Kabupaten Sleman dengan bupatinya KRT Pringgodiningrat,&lt;br /&gt;   3. Kabupaten Bantul dengan bupatinya KRT Joyodiningrat,&lt;br /&gt;   4. Kabupaten Gunungkidul dengan bupatinya KRT Suryodiningrat,&lt;br /&gt;   5. Kabupaten Kulonprogo dengan bupatinya KRT Secodiningrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kekuasaan Praja Paku Alaman meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kabupaten Kota Paku Alaman dengan bupatinya KRT Brotodiningrat,&lt;br /&gt;   2. Kabupaten Adikarto dengan bupatinya KRT Suryaningprang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memanfaatkan momentum terbentuknya Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Daerah Yogyakarta pada 29 Oktober 1945 dengan ketua Moch Saleh dan wakil ketua S. Joyodiningrat dan Ki Bagus Hadikusumo, maka sehari sesudahnya, semufakat dengan Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta, Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII mengeluarkan dekrit kerajaan bersama (dikenal dengan Amanat 30 Oktober 1945 ) yang isinya menyerahkan kekuasaan Legeslatif pada Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta. Mulai saat itu pula kedua penguasa kerajaan di Jawa bagian selatan mengeluarkan dekrit bersama dan memulai persatuan dua kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak saat itu dekrit kerajaan tidak hanya ditandatangani kedua penguasa monarki melainkan juga oleh ketua Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta sebagai simbol persetujuan rakyat. Perkembangan monarki persatuan mengalami pasang dan surut. Pada 18 Mei 1946, secara resmi nama Daerah Istimewa Yogyakarta mulai digunakan dalam urusan pemerintahan menegaskan persatuan dua daerah kerajaan untuk menjadi sebuah daerah istimewa dari Negara Indonesia. Penggunaan nama tersebut ada di dalam Maklumat No 18 tentang Dewan-Dewan Perwakilan Rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta (lihat Maklumat Yogyakarta No. 18 ). Pemerintahan monarki persatuan tetap berlangsung sampai dikeluarkannya UU No 3 Tahun 1950 tentang pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengukuhkan daerah Kesultanan Yogyakarta dan daerah Paku Alaman adalah bagian integral Negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(1) Daerah yang meliputi daerah Kesultanan Yogyakarta dan daerah Paku Alaman ditetapkan menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta. (2) Daerah Istimewa Yogyakarta adalah setingkat dengan Provinsi."(Pasal 1 UU No 3 Tahun 1950)[2][3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemerintahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Umum&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dasar filosofi pembangunan daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Hamemayu Hayuning Bawana, sebagai cita-cita luhur untuk menyempurnakan tata nilai kehidupan masyarakat Yogyakarta berdasarkan nilai budaya daerah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Dasar filosofi yang lain adalah Hamangku-Hamengku-Hamengkoni, Tahta Untuk Rakyat, dan Tahta untuk Kesejahteraan Sosial-kultural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Provinsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta secara legal formal dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950  (Berita Negara Tahun 1950 Nomor 3) dan UU Nomor 19 Tahun 1950  (Berita Negara Tahun 1950 Nomor 48) yang diberlakukan mulai 15 Agustus 1950 dengan PP Nomor 31 Tahun 1950  (Berita Negara Tahun 1950 Nomor 58).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai isi yang sangat singkat dengan 7 pasal dan sebuah lampiran daftar kewenangan otonomi. UU tersebut hanya mengatur wilayah dan ibu kota, jumlah anggota DPRD, macam kewenangan Pemerintah Daerah Istimewa, serta aturan-aturan yang sifatnya adalah peralihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU Nomor 19 Tahun 1950 sendiri adalah revisi dari UU Nomor 3 Tahun 1950 yang berisi penambahan kewenangan bagi Daerah Istimewa Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status Yogyakarta pada saat pembentukan adalah Daerah Istimewa setingkat Provinsi. Baru pada 1965 Yogyakarta dijadikan Provinsi seperti provinsi lain di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kabupaten/Kota&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan&lt;br /&gt;Prov. DIY tahun 2007 beserta Kab/Kota di lingkungannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi kabupaten -kabupaten dan kota yang berotonomi dan diatur dengan UU Nomor 15 Tahun 1950  (Berita Negara Tahun 1950 Nomor 44) dan UU Nomor 16 Tahun 1950  (Berita Negara Tahun 1950 Nomor 45). Kedua undang-undang tersebut diberlakukan dengan PP Nomor 32 Tahun 1950  ( Berita Negara Tahun 1950 Nomor 59) yang mengatur Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi kabupaten-kabupaten:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Bantul beribukota di Bantul&lt;br /&gt;   2. Sleman beribukota di Sleman&lt;br /&gt;   3. Gunungkidul beribukota di Wonosari&lt;br /&gt;   4. Kulon Progo beribukota di Sentolo&lt;br /&gt;   5. Adikarto beribukota di Wates&lt;br /&gt;   6. Kota Besar Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alasan efisiensi, pada tahun 1951, kabupaten Adikarto yang beribukota di Wates digabung dengan kabupaten Kulon Progo yang beribukota di Sentolo menjadi Kabupaten Kulon Progo dengan ibu kota Wates. Penggabungan kedua daerah ini berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 1951  (Lembaran Negara Tahun 1951 Nomor 101). Semua UU mengenai pembentukan DIY dan Kabupaten dan Kota di dalam lingkungannya, dibentuk berdasarkan UU Pokok tentang Pemerintah Daerah (UU No 22 Tahun 1948).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, demi kelancaran tata pemerintahan, sesuai dengan mosi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6/1952 tertanggal 24 September 1952, daerah-daerah enclave Imogiri, Kota Gede, dan Ngawen dilepaskan dari Propinsi Jawa Tengah dan kabupaten-kabupaten yang bersangkutan kemudian dimasukkan ke dalam wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan kabupaten-kabupaten yang wilayahnya melingkari daerah-daerah enclave tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyatuan enclave-enclave ini berdasarkan UU Darurat Nomor 5 Tahun 1957  (Lembaran Negara Tahun 1957 Nomor 5) yang kemudian disetujui oleh DPR menjadi UU Nomor 14 Tahun 1958  (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1562).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Source from&lt;/span&gt; : http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2178758604110707171-8998181399649775598?l=nusantarakunusantarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/feeds/8998181399649775598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/08/sejarah-daerah-istimewa-yogyakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/8998181399649775598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/8998181399649775598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/08/sejarah-daerah-istimewa-yogyakarta.html' title='Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta'/><author><name>Dana Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Sln_Fyh99eI/AAAAAAAAABg/B4ApiJ9vsMc/S220/Lagi+dan+lagi+(2)edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2178758604110707171.post-9186254630095842751</id><published>2009-08-06T00:47:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T00:47:00.318-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Tengah'/><title type='text'>Jaman Kerajaan di Jawa Tengah</title><content type='html'>Dibandingkan dengan jaman sebelumnya, sumber Agama Buddha di Jawa Tengah sedikit lebih banyak. Pada jaman ini di Jawa Tengah sudah terdapat dua kerajaan besar : Kerajaan dari dinasti Syailendra yang memeluk agama Buddha dan kerajaan dari dinasti Sanjaya yang memeluk agama Siwa. Agaknya hubungan kedua kerajaan ini baik sekali, sebab berita yang ada menyebutkan bahwa kedua kerajaan tersebut saling tolong menolong dalam pendirian candi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kerajaan Syailendra agama yang dipeluk adalah agama Buddha Mahayana. Hal ini dapat diketahui dari peninggalan-peninggalan sejarah dan candi dari kerajaan ini yang bercorak Buddha Mahayana. Walaupun kerajaan Syailendra banyak mendirikan candi namun masih terbilang sedikit bila dibandingkan dengan candi yang dibangun oleh kerajaan Sanjaya. Bahwa yang berkembang adalah Buddha Mahayana, jelas terlihat dari candi di desa Kalasan - yang kemudian diabadikan sebagai nama candi tersebut. Candi ini dipersembahkan untuk Dewi Tara, rekan wanita Buddha. (Avalokitesvara ?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya pada masa ini masih ada hubungan yang erat dengan India, sebab ada juga berita bahwa seorang guru dari Gaudidwipa (Bengala) yang memimpin upacara pada waktu peresmian patung Manyuri. Demikian juga diberitakan diprasasti lain bahwa ada orang dari Gujarat yang senantiasa melakukan kebaktian di candi tertentu. Dugaan itu berasal dari berita di India. Raja Dewapala dari dinasti Pala (Bengala) pada tahun pemerintahannya yang ke-39 (antara tahun 856 dan 860) menghadiahkan beberapa desa untuk keperluan pemeliharan sebuah vihara di Nalanda, yang didirikan oleh Balaputra, raja Suwarnadwipa (Sumatra), cucu raja di Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun demikian keadaan di Jawa Tengah tidak sama dengan keadaan di Sriwijaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahayana yang bagaimanakah yang berkembang di Jawa Tengah? Pertanyaan itu sukar dijawab. Yang perlu diperhatikan adalah pada prasasti Kalurak (782) yang agaknya berhubungan juga dengan peresmian patung Mansyuri, disebutkan bahwa Mansyuri selain disamakan dengan Triratna juga disamakan dengan Brahma, Wisnu dan Maheswara. Bagi para pengikut Mahayana di Jawa Tengah, agaknya para Bodhisatva tidak dibedakan dengan dewa dari hindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping prasasti, ada candi-candi yang menjadi saksi agama Buddha di Jawa Tengah. Candi tersebut memberikan penjelasan yang lebih banyak. Yang paling terkenal adalah candi Borobudur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin mengerti arti Borobudur, bangunan itu harus dipandang sebagai satu kesatuan. Dari susunan candi yaitu yang terdiri atas teras-teras yang bermacam-macam, agaknya Borobudur mengungkapkan gambaran dunia menurut salah satu aliran Mahayana. Borobudur menggambarkan seluruh alam semesta atau kosmos ini terbagi atas tiga bagian : Kamadhatu, Rupadhatu dan Arupadhatu. Kamadhatu adalah hawa nafsu dan ini digambarkan dengan jelas pada bagian bawah. Disini hidup orang yang masih terikat oleh hawa nafsu dan segala hal yang berbau duniawi. Rupadhatu adalah dunia rupa, atau alam yang terbentuk, yang digambarkan pada lima teras yang menggambarkan hidup Buddha Gautama. Arupadhatu adalah alam yang tak berupa, tidak berbentuk. Pusat dari alam ini adalah stupa yang dipuncak, yang kosong, yang menggambarkan sunyata atau Nirwana atau Adhi Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat susunan Borobudur yang demikian, agaknya dapat diambil kesimpulan bahwa Borobudur ingin mengungkapkan ajaran Mahayana dalam hubungan kosmis. Borobudur adalah tempat untuk ber meditasi, tempat untuk merenung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat bahwa Borobudur dibangun diatas bukit, agaknya pembangunan Borobudur itu dijiwai oleh gagasan Indonesia kuno, yaitu tentang afanya tempat suci yang berbentuk teras, yang biasanya dipakai untuk menyembah nenek moyang, dan terletak diatas bukit. Oleh karena itu maka kiranya penyembahan kepada Bodhisatva sudah dipandang sebahai alat untuk menyembah nenek moyang mereka yang sudah meninggal. Jika demukian maka agama Buddha pada waktu ini sudah dipengaruhi oleh cita-cita keagamaan indonesia asli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source from : http://www.geocities.com/athens/aegean/3666/feature/sejarah/jawatengah.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2178758604110707171-9186254630095842751?l=nusantarakunusantarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/feeds/9186254630095842751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/08/jaman-kerajaan-di-jawa-tengah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/9186254630095842751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/9186254630095842751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/08/jaman-kerajaan-di-jawa-tengah.html' title='Jaman Kerajaan di Jawa Tengah'/><author><name>Dana Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Sln_Fyh99eI/AAAAAAAAABg/B4ApiJ9vsMc/S220/Lagi+dan+lagi+(2)edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2178758604110707171.post-8666015733683126521</id><published>2009-08-03T00:45:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T00:45:00.676-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Tengah'/><title type='text'>SEJARAH SINGKAT HARI JADI PROPINSI JAWA TENGAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I. SEJARAH PERKEMBANGAN PROPINSI JAWA TENGAH&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai suatu Propinsi, Jawa Tengah sudah dikenal sejak jaman penjajahan Belanda didasarkan pada peraturan-peraturan yang berlaku pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. Jaman Penjajahan Belanda&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Wet houdende decentralisatie van het Bestuur in Nederland -Indie (Decentralisatie Wet 1903), maka pemerintahai di Jawa dan Madura terbagi atas Gewest (Karesidenan), Afdeeling/Regentschap (Kabupaten), District / Standgeemente (Kotapraja), dan Oderdistrict(Kecamatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Jaman Pendudukan Jepang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pendudukannya, Jepang mengadakan perubahan Tata Pemerintahan Daerah yaltu Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1942 (Tahun Jepang 2062) yang menetapkan bahwa seluruh Jawa kecuali Vorstenkendeh (Kerajaan-kerajaan) terbagi dalam wilayah Syuu (Karesidenan), Si (Kotapraja), Ken (Kabupaten), Gun (Distrik), Son ConderDistrikdan Ku(Kelurahan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Setelah Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Pasal 18 UUD 1945, diterbitkan UU No. 10 Tahun 1950 yang menetapkan Pembentukan Propinsi Jawa Tengah. Sesual dengan PP No. 31 Tahun 1950, UU No.10 Tahun 1950, dinyatakan berlaku pada tanggal 15 Agustus 1950.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya berdasarkan Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tenciab Nomor 7 Tahun 2004 ditetapkan Hari Jadi Propinsi Jawa Tengah tanggal l5 Agustus 1950.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Source from&lt;/span&gt; : http://www.jawatengah.go.id/framer.php?SUB=ttg_jateng&amp;DATA=sejarah_hari_jadi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2178758604110707171-8666015733683126521?l=nusantarakunusantarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/feeds/8666015733683126521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/08/sejarah-singkat-hari-jadi-propinsi-jawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/8666015733683126521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/8666015733683126521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/08/sejarah-singkat-hari-jadi-propinsi-jawa.html' title='SEJARAH SINGKAT HARI JADI PROPINSI JAWA TENGAH'/><author><name>Dana Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Sln_Fyh99eI/AAAAAAAAABg/B4ApiJ9vsMc/S220/Lagi+dan+lagi+(2)edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2178758604110707171.post-8275581688652502367</id><published>2009-07-30T00:37:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T00:37:00.226-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jakarta'/><title type='text'>Jakarta Menyimpan Sejarah Kampung Tua</title><content type='html'>Tak cukup sehari menyelusuri sisa-sisa Kampung Tua di Jakarta Kota. Di sana di bekas pembantaian masal terdapat satu meja sembahyang. Ada delapan Teko Teh di bekas rumah tua milik saudagar Cina. Glodok yang sekarang menjadi wilayah bisnis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya  Museum Sejarah Jakarta  menjadi pusat informasi sejarah perkembangan kota dan budaya masyarakat Jakarta sulit direalisir. Terlebih bila menyangkut  masa prasejarah masa kini  dalam bentuk yang edukatif dan rekreatif, agak kerepotan. Betapa tidak, Jakarta sebagai ibukota Republik Indonesia memiliki sejarah yang sangat panjang. Betapa pun usaha maksimal telah diupayakan oleh Museum Sejarah Jakarta untuk mengumpulkan informasi tentang sejarah Jakarta, namun  ada saja bagian dari sejarah Jakarta yang belum dapat ditampilkan serta diinformasikan secara maksimal kepada pengunjung museum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah kota Jakarta diperkirakan dimulai sekitar 3.500 SM, diawali dengan terbentuknya pemukiman sejarah di sepanjang daerah aliran sungai Ciliwung. Seiring dengan perjalanan sejarah, maka berbagai kampung tumbuh di sepanjang aliran sungai itu. Kampung-kampung ini ada yang bertahan sampai sekarang yang di sebut Kampung Tua. Diantaranya adalah Kampung Bandan, Kampung Orang Cina (Pecinan), Kampung Luar Batang, Kampung Pekojan, Kampung Angke, Kampung Kebon Jeruk dan masih banyak lagi. Kampung-kampung ini telah banyak mengalami perubahan karena termakan waktu, kendati  letak dan sisanya masih bisa disaksikan di era pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan kampung tua dan bangunan-bangunan bersejarah yang  terletak di kampung-kampung tersebut justru merupakan kelebihan yang dimiliki kota Jakarta. Walaupun Jakarta tidak memiliki keindahan alamiah. Semisal  Hongkong dengan peak-nya atau lalu lalang kapal di pelabuhan, atau istana-istana berlapis emas  di Bangkok. Selain juga tidak memiliki daerah hijau di sekitar waduk-waduk air bersih di tengah-tengah kota seperti di Singapura. Tetapi Jakarta memiliki kampung-kampung tua beserta bangunan-bangunan tua yang ada di wilayah tersebut. Merupakan aset bernilai tinggi di wilayah Jakarta Kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum Sejarah Jakarta (MSJ) berusaha menginformasikan  sejarah kota Jakarta secara lengkap. Termasuk keberadaan kampung-kampung tua bersejarah ini. Namun  karena keterbatasan ruang pamer dan koleksi yang dimiliki, maka sejak tahun 2002 MSJ  mengadakan terobosan dengan mengajak masyarakat langsung berkunjung ke kampung-kampung tua tersebut. Kebetulan sebagian dari kampung-kampung tua itu terletak di Kawasan Kota Tua di sekitar MSJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang pada awalnya disebut Wisata Kampung Tua, dan kini dinamakan Kunjungan Kampung-Kampung Bersejarah ini, sengaja dirancang untuk dapat dinikmati oleh untuk semua lapisan masyarakat lokal maupun mancanegara.  Wisata dilakukan dengan berjalan kaki, agar peserta dapat langsung merasakan denyut kehidupan di kampung-kampung tua tersebut sambil menikmati keindahan arsitektur dari bangunan-bangunan bersejarah yang terdapat didalamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Glodok Sebagai Ruang Isolasi Warga China&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah menunjukan, Glodok yang kini menjadi pusat bisnis di perkotaan ternyata bekas ruang isolasi kaum Cina. Sejak zaman sebelum Gubernur Jenderal Jan Pieter Zoon Coen berkuasa, Glodok sudah didiami oleh orang Tionghoa. Namun, setelah terjadinya pemberontakan laum Tionghoa pada tahun 1740, barulah Glodok menjadi pusat perkampungan mereka. Sesudah pemberontakan itu ditumpas oleh kompeni, mereka tidak diperbolehkan lagi tinggal di dalam tembok kota. Glodok adalah perkampungan yang ditunjuk oleh kompeni sebagai kampung mereka. Sejak itulah,  Glodok berubah sebagai  Pecinan dan sebagai pusat perdagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pecinan, tentu saja Glodok banyak dihuni warga Tionghoa. Kebanyakan selain yang tinggal di kampung sekelilingnya, warga Tionghoa bersama keluarganya  bermukim  di bagian lantai atas. Sedangkan di ruang bawah menjadi ruang usaha. Benarlah bahwa Ruko  yang kini bertebaran di berbagai tempat merupakan gaya hidup orang Tionghoa yang tidak suka hidup boros. Tapi, sejak beberapa waktu yang lalu sebagian dari mereka sudah meninggalkan Ruko  dan memilih tinggal di perumahan real estate yang terdapat di lima wilayah kota Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rumah Keluarga Sou&lt;/span&gt;w&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali Besar menuju jalan Patekoan (Perniagaan). Konon nama Patekoan artinya delapan buah teko/poci. Di masa Gan Djie menjabat sebagai Kapitein Cina, ia tinggal di wilayah yang sekarang bernama Patekoan ini. Kapitein Gan dan istrinya berjiwa sosial, sehingga  mereka sengaja menyediakan delapan buah teko (poci) berisi teh. Angka delapan sengaja dipilih sebab mempunyai konotasi baik dalam Kebudayaan Tionghoa. Mereka yang tengah kehausan di perjalanan dipersilahkan minum air teh yang disediakan oleh Kapitein Gan itu. Pada waktu itu di daerah tersebut belum banyak yang berjualan makanan dan minuman seperti sekarang. Sehingga air teh ini sangat menolong orang yang kehausan dalam perjalanan. Akhirnya jalan tersebut dinamakan Patekoan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara beberapa gedung tua berarsitektur Tionghoa kuno di Jakarta Kota yang belum dihancurkan seperti di jalan Patekoan adalah bekas rumah keluarga saudagar Souw. Salah satu dari anggota keluarga ini yang terkenal adalah kakak-beradik Souw Siauw Tjong dan Souw Siauw Keng. Kakek buyut mereka adalah Luitenant der Chineezen Souw Kong Seng (1766-1821) dan ayah mereka adalah  Luitenant der Chineezen Souw Thian Pie. Souw Siauw Tjong adalah salah seorang terkaya di Batavia pada masa itu. Ia memiliki tanah luas di Paroeng Kuda, Kedawung Wetan dan Ketapang di wilayah Tangerang Banten. Selain kaya-raya, ia  berjiwa sosial. Mendirikan sekolah-sekolah bagi anak-anak bumiputera di tanah miliknya, memelihara orang-orang miskin dan menyumbangkan makanan dan bahan-bahan bangunan pada waktu terjadi kebakaran di daerah sekitar tempat tinggalnya. Rumah keluarga Souw ini sampai sekarang masih terawat dengan baik dan masih didiami oleh keturunan dari Souw Siauw Tjong. Di tahun 50-an di kampung Blandongan  Jakarta Kota di ditemui seorang warga keturunan China yang memiliki  jiwa sosial. Bernama Pah Wong So (Wong Souw ?). Ia membuka semacam rumah singgah/rumah yatim piatu untuk orang-orang miskin, gelandangan dan kaum dhuafa lainnya. Mereka dipelihara, diberi makan dan pakaian seragam. Dan dididik sesuai keahliannya. Semisal menjadi tukang gunting rambut, penjahit pakaian, sol sepatu atau apa saja berkaitan dengan ekonomi. Mereka juga disalurkan kepada majikan yang membutuhkan tenaga. Seperti  pembantu rumah tangga, tukang cuci, tukang masak di  rumah makan dll. Mungkinkah Pah Wong So masih keturunan saudagar Cina yang berjiwa sosial ? Masih jadi pertanyaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah terus bergulir, tapi rumah  keluarga Souw  masih dipertahankan keasliannya, termasuk arsitekturnya yang indah. Sedangkan gedung SMUN 19, yang merupakan bekas Gedung THHK. Juga punya menyimpan sejarah yang unik. Lukman, Kepala SMUN 19,  berkisah bahwa sekolah ini juga menyimpan sejarah. D tempat inilah mula pertama berdiri suatu organisasi modern di kota Batavia (Jakarta Kota).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kelenteng Hong San Bio (Toa Sai Bio)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelenteng ini dinamakan Toa Sai Bio karena dewata yang dipuja di kelenteng ini dikenal sebagai Toa Sai Kong atau Paduka Duta Besar, dan belakangan berubah menjadi Toa Sebio. Nama Toa Sebio ini sampai sekarang masih dipakai di kalangan penduduk lama Jakarta, walau nama jalannya telah diganti menjadi Kemenangan III. Kelenteng ini dibangun oleh orang Hokian dari kabupaten Chang Tai Keresidenan Zhangzhou, propinsi Fujian dan dipersembahkan kepada dewata dari aliran Daoisme Cheng-goan Cin-kun.Yang menarik disini ada sebuat tempat hio (hio louw) yang terletak di ruang utama kelenteng ini. Hio Louw ini berangkat tahun 1751 dan memiliki ukiran yang sangat indah. Puas melihat keindahan kelenteng serta mengamati kegiatan di kelenteng ini peserta meneruskan perjalanan ke Kelenteng Jin DeYuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tragedi Pembantaian Angke&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kelenteng Jin De Yuan yang terletak di Jl. Kemenangan III merupakan salah satu kelenteng tertua di Jakarta Kota. Didirikan tahun 1850 oleh Letnan Kwee Hoen dan diberi nama Koan-Im Teng. Kelenteng ini dipersembahkan kepada Dewi Koan-Im (Dewi Welas Asih). Konon dari kata Koan Im Teng inilah kemudian timbul istilah kelenteng yang berarti “kuil Tionghoa”. Kelenteng ini merupakan salah satu dari empat kelenteng besar yang berada di bawah pengelolaan Kong Koan atau Dewan Tionghoa. Keempat kelenteng itu adalah Kelenteng Goenoeng Sari, Kelenteng Toa Peh Kong (di Ancol), Kelenteng Jin Deyuan sendiri serta kelenteng Hian Thian Shang Te Bio di Tanah Tandjoeng (sekarang sudah musnah). Tahun 1740 kelenteng ini turut dirusak dalam peristiwa pembantaian terbesar etnis Tionghoa dalam sejarah kolonialisme Belanda di Indonesia. Peristiwa yang terjadi tanggal 9-12 Oktober 1740 dan menelan korban 10.000 jiwa inilah yang kemudian dikenal sebagai Tragedi Pembantaian Angke. Hanya sebuah meja sembahyang berangka tahun 1724 yang tersisa dari peristiwa pambakaran kelenteng ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gereja Santa Maria De Fatima&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Begitu melihat arsitektur gereja ini, peserta langsung mengerti mengapa mereka diajak untuk mengunjungi gereja ini. Dari segi gaya arsitektur gereja ini sangat khas dan mungkin satu-satunya di Indonesia. Gereja ini dibangun dalam bentuk gedung besar kediaman seorang pejabat Tionghoa, dengan bentuk atap ian-boe heng (ekor walet) serta dikawal sepasang shi shi (singa batu). Tak banyak yang diketahui mengenai pemiliknya yang pertama kecuali ia seorang berpangkat Luitenant derc hineezen dan bermarga Tjioe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keistimewaan gedung ini adalah adanya inskripsi dalam aksara Tionghoa. Di bagian bubungan atap tertera daerah asal pemiliknya yang terdahulu yaitu kabupaten Nan An, keresidenan Quanzhou, propinsi Fujian. Inskripsi lain juga di bagian bubungan atap yaitu fu shou, kang, ning yang artinya rezeki, umur panjang, kesehatan dan ketentraman.Di bawah pengelolaan gereja, bangunan ini tampak sangat terpelihara baik tanpa menghilangkan keasliannya. Sebuah sketsel berwarna merah dan emas dipasang di depan pintu utama gereja, berfungsi menghalangi pandangan luar langsung masuk ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tamanismailmarzuki.com/article/jakartakotatua.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2178758604110707171-8275581688652502367?l=nusantarakunusantarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/feeds/8275581688652502367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/07/jakarta-menyimpan-sejarah-kampung-tua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/8275581688652502367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/8275581688652502367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/07/jakarta-menyimpan-sejarah-kampung-tua.html' title='Jakarta Menyimpan Sejarah Kampung Tua'/><author><name>Dana Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Sln_Fyh99eI/AAAAAAAAABg/B4ApiJ9vsMc/S220/Lagi+dan+lagi+(2)edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2178758604110707171.post-7110817390599156884</id><published>2009-07-26T00:41:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T00:41:00.236-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jakarta'/><title type='text'>Sejarah JAKARTA : Riwayat Sebuah Kota</title><content type='html'>Sejarah Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Selama berabad-abad kemudian kota bandar ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasio-nal yang ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ringkasan Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan awal mengenai Jakarta terkumpul sedikit melalui berbagai prasasti yang ditemukan di kawasan bandar tersebut. Keterangan mengenai kota Jakarta sampai dengan awal kedatangan para penjelajah Eropa dapat dikatakan sangat sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan para penulis Eropa abad ke-16 menyebutkan sebuah kota bernama Kalapa, yang tampaknya menjadi bandar utama bagi sebuah kerajaan Hindu bernama Sunda, beribukota Pajajaran, terletak sekitar 40 kilometer di pedalaman, dekat dengan kota Bogor sekarang. Bangsa Portugis merupakan rombongan besar orang-orang Eropa pertama yang datang ke bandar Kalapa. Kota ini kemudian diserang oleh seorang muda usia, bernama Fatahillah, dari sebuah kerajaan yang berdekatan dengan Kalapa. Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527. Tanggal inilah yang kini diperingati sebagai hari lahir kota Jakarta. Orang-orang Belanda datang pada akhir abad ke-16 dan kemudian menguasai Jayakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Keadaan alam Batavia yang berawa-rawa mirip dengan negeri Belanda, tanah air mereka. Mereka pun membangun kanal-kanal untuk melindungi Batavia dari ancaman banjir. Kegiatan pemerintahan kota dipusatkan di sekitar lapangan yang terletak sekitar 500 meter dari bandar. Mereka membangun balai kota yang anggun, yang merupakan kedudukan pusat pemerintahan kota Batavia. Lama-kelamaan kota Batavia berkembang ke arah selatan. Pertumbuhan yang pesat mengakibatkan keadaan lilngkungan cepat rusak, sehingga memaksa penguasa Belanda memindahkan pusat kegiatan pemerintahan ke kawasan yang lebih tinggi letaknya. Wilayah ini dinamakan Weltevreden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGAMATI kota Jakarta bagaikan membaca catatan panjang yang merekam berbagai kejadian masa lalu. Berbagai bangunan dan lingkungan di Jakarta menyimpan jejak-jejak perjalanan masyarakatnya, bagaimana mereka bersikap menghadapi tantangan zamannya, memenuhi kebutuhan hidupnya dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Ia menyimpan suka-duka dan pahit-manisnya perkembangan, di mana kita dapat menyerap pelajaran yang berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Ibukota Republik Indonesia, memiliki banyak rekaman sejarah. Antara lain dalam bentuk bangunan maupun lingkungan. Di dalamnya tercermin upaya masyarakat masa lalu dalam membangun kotanya yang tak luput dari berbagai masalah dari zaman ke zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kita memandang kota Jakarta sekarang, mungkin sulit terbayang bahwa ribuan tahun yang lalu kawasan ini masih baru terbentuk dari endapan lumpur sungai-sungai yang mengalir ke Jakarta. Misalnya Kali Ciliwung, Kali Angke, Kali Marunda, Kali Cisadane, Kali Besar, Kali Bekasi dan Kali Citarum. Usia dataran Jakarta kini diperkirakan 500 tahun berdasarkan geomorfologi, ilmu lapisan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endapan ini membentuk dataran dengan alur-alur sungai yang menyerupai kipas. Dataran ini setelah mantap lama kelamaan dihuni orang dan terbentuklah beberapa kelompok pemukiman, di mana salah satunya kemudian berkembang menjadi pelabuhan besar, " kata Muhammad Isa Ansyari SS, Sejarawan Terkemuka di Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Pemda DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menuturkan, kota Jakarta merupakan kota yang berkembang dengan cepat sejak mendapat peran sebagai Ibukota Rl. Perkembangan itu disebabkan oleh faktor-faktor sosial, ekonomi dan budaya yang saling menjalin satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari sebuah lingkungan pemukiman kecil dengan kegiatan hidup terbatas, dan kemudian berkembang menjadi lingkungan pemukiman megapolitan dengan berbagai kegiatan yang amatkompleks. Dalam paparan sejarah pertumbuhannya, di mana pemerintah kotanya silih berganti dan kondisi masyarakatnya sangat majemuk, baik dari suku bangsa, ras dan agama berikut berbagai aspek kehidupannya, warga kotanya tetap membangun tempat bermukim dan berkehidupan mereka sesuai dengan kemampuan dana, daya dan teknologi yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sejarah Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peta Batavia tahun 1897Muhammad Isa Ansyari SS mengungkapkan sejarah kota Jakarta dimulai dengan terbentuknya sebuah pemukiman di muara Ciliwung. Menurut berita Kerajaan Portugal pada awal abad ke-15, pemukiman tersebut bernama "Kalapa" dan merupakan sebuah Bandar penting di bawah kekuasaan Kerajaan Pajajaran, yang pusatnya pada waktu itu berada di Kota Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Kerajaan Pajajaran, Bogor, itu kini masih terdapat prasasti peninggalan abad ke-16. Nama prasasti itu "Sato Tulis", peninggalan Rahyang Niskala Watu Kencana, Namun oleh orang Eropa Bandar tersebut lebih dikenal dengan nama Sunda Kalapa, karena berada di bawah kekuasaan Sunda," kata Muhammad Isa Ansyari SS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah, ujar Sejarawan Terkemuka Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Pemda OKI Jakarta itu, Bandar Malaka ditaklukkan Kerajaan Portugal pada 1511. Tujuan Portugal ketika itu adalah mencari jalur laut untuk mencapai kepulauan Maluku, sumber rempah-rempah. Maka pada 1522 mendaratlah kapal utusan dari Malaka di bawah pimpinan Francesco De Sa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan Francesco De Sa terjadi perundingan dengan pemuka Bandar Kalapa yang berada di bawah kekuasaan Raja Sunda yang beragama Hindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di Jawa Tengan dengan surutnya Kerajaan Majapahit berkembanglah Kerajaan Islam di Demak. Kerajaan Islam itu kemudian menyerang Kerajaan Sunda di Jawa Barat meliputi Cirebon, Banten, Kalapa dan lain-lain. Mengingat kurangnya sumber-sumber asli Jawa Tengah tnengenai peristiwa itu, maka kita terpaksa berpaling kepada berita Kerajaan Portugal yang pada akhirnya tidak saja berlabuh di Maluku tetapi juga Kerajaan Portugal ini merapatdi Timor Timur, menyatakan bahwa pada 1526-1527 sebuah armada Portugal telah mengunjungi Sunda Kalapa untuk memenuni perfanjian tahun 1522.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ternyata mereka belum mengetahui bahwa telah terjadi perubahan kekuasaan dari Kerajaan Pajajaran ke Kerajaan Banten, yaltu orang-orang dari Jawa Tengah yang beragama Islam .Ivlenurut berita yang mereka dapat, nama Pangtima yang diberikan adalah Falatehan, sebutan mereka untuk nama Fatahillah," ujar Muhammad Isa Ansyari SS.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Masa Prasejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa tempat di Jakarta seperti Pasar Minggu, Pasar Rebo, Jatinegara, Karet, Kebayoran, Kebon Sirih, Kebon Nanas, Cawang, Kebon Pala, Rawa Belong, Rawa Lefe, Rawa Bangke, ditemukan benda-benda pra sejarah seperti kapak, beliung, gurdi, dan pahat dari batu. Alat-alat tersebut berasal dari zaman batu atau zaman neolitikum antara tahun 1000 SM. Jadi, pada masa itu sudah ada kehidupan manusia di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan seperti daerah latnnya, di Jakarta juga ditemukan prasasti. Prasasti Tugu ditemukan di Cilineing. Prasasti itu sarat informasi tentang Kerajaan Tarumanegara dengan Raja Purnawarman. Menurut prasasti itu, Jakarta merupakan wilayah Kerajaan Tarumanegara, kerajaan tertua di Puiau Jawa, di samping Bogor, Banten, Bekasi sampai Citarum di sebelah timur dan Giaruten," kata Muhammad isa Ansyari SS.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kronologis Peristiwa Penting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada 686 Masehi. Kerajaan Tarumanegara hancur akibat serangan balatentara Kerajaan Sriwijaya. Abad ke-14, Jakarta masuk ke wilayah Kerajaan Pakuan Pajajaran yang sering disebtit Kerajaan Pajajaran, atau Kerajaan Sunda. Kerajaan Pajajaran memiiiki enam petabuhan, diantaranya pelabuhan Sunda Kalapa. Kota pelabuhan ini terletak di Teluk Jakarta - di muara sungai Citiwung - yang merupakan pusat perdagangan paling penting seiak abad ke-12 hingga ke-16.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 21 Agustus 1522. Begitu pentingnya, Sunda Kalapa tak luput dari incaran orang-orana Portugis yang sejak tahun 1511 sudah bercokol di daratan Malaka. Keinginan mereka mendapatkan sambutan baik dari Raja Pajajaran. Selain berkepentingan soal perdagangan, Raja Pajajaran juga bermaksud meminta bantuan orang-orang Portugis dalam menghadapi orang-orang Islam, yang sudah banyak pengikutnya di Banten dan Cirebon. Demak, kala itu, sudah menjadi pusat kekuatan dan penyebaran agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian kerjasama pun ditandatangani antara Raja Pajajaran dan orang Portugis. Isinya orang Portugis ditzinkan mendirikan benteng di Sunda Kalapa, yang ditandai di tepi sungai Ciliwung. Rabu 22 Juni 1527. Perjanjian itu tak dapat diterima Demak, Kerajaan Islam yang saat itu sedang berada di puncak kejayaan. "Sultan Demak mengirimkan balatentaranya, yang dipimpin sendiri oleh menantunya, Fatahillah. Pasukan Fatahillah berhasil menduduki Sunda Kalapa pada 1527. Tatkala armada Portugal datang, pasukan Fatahillah menghaneurkannya. Sia-sia armada Portugal itu hengkang Ke Malaka," ujar Muhammad Isa Ansyari SS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemenangan itu Fatahillah menggantt nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta. Artinya "Kemenangan Berjaya”. Itulah peristiwa bersejarah yang ditetapkan sebagai 'hari jadl' Kota Jakarta. Kekuasaan Jayakarta akhirnya berada di tangan Fatahillah, dan makin meluas sampai ke Banten menjadi Kerajaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1595. Cornells de Houtman dan anak buahnya tiba di perairan Banten. Orang-orang Belanda itu datang mencari rempah-rempah. Persaingan di antara mereka makin ketat dibumbui permusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu 20 Maret 1602 seorang token dan negarawan Kerajaan Belanda, Johati van Oldenbarneveld, mengambil suatu prakarsa mengumpulkan para pedagang Belanda dalam suatu wadah. Berdirilah serikat dagang Verenigde Oost Indische Compaqnie atau VOC. VOC merupakan wadah konglomerat zaman dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1617. Orang-orang Kerajaan Belanda diizinkan berdagang di Jayakarta. Mereka memperoleh sebidang tanah di sebelah timur sungai Ciliwung, di perkampungan Cina. Di situ mereka membangun kantor dan benteng. Kubu pertahanan Kerajaan Belanda itu tak disukai orang Jayakarta, Banten maupun Kerajaan Inggris. Mereka kemudian berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1619. Terjadi pertempuran sengit segitiga antara Kerajaan Belanda, Kerajaan Inggris dan Kerajaan Portugal di pelabuhan Sunda Kalapa. Suasana Teluk Jayakarta itu sekejab menjadi merah api dan merah darah. Di laut teluk banyak bergelimpangan mayat-mayat serdadu Kerajaan Belanda dan Kerajaan Portugal setelah kedua negara kerajaan itu habis digempur pasukan laut Kerajaan Inggris. Inggris menang dalam perang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 30 Mei 1619, JP Goen menaklukkan kembali sekaligus menguasai Jayakarta. Saat itu armada Kerajaan Inggris sudah tidak ada lagi karena telah berangkat berlayar menuju Australia, meninggalkan Jayakarta. Sedang armada (laut Kerajaan Portugal pergi menuju ke wilayah ujung timur Nusantara, tepatnya di Timor Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jayakarta pada tahun tersebut memasuki lembaran baru. Nama Jayakarta diubah Kerajaan Belanda menjadi Batavia. Nama Batavia ini berasal dari nama Batavieren, bangsa Eropa yang menjadi nenekmoyang Kerajaan Belanda," tukas Muhammad Isa Ansyari SS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VOC mula-mula menjadikan Batavia sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan. Dengan kepiawaian kompeni lewat intrik dan politik adu domba atau cfewtte et impera terhadap raja-raja di Nusantara. Seluruh wilayah Nusantara dijarahnya. Kejayaannya pun berlangsung cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1798. VOC jatuh dan dibubarkan. Kekuasaan, harta benda dan utangnya yartg 134,7 juta gulden diambil alih Pemerintahan Kerajaan Belanda. Rabu, 1 Januari 1800, Indonesia sejak itu diperintah langsung oleh Pemerintah Kerajaan Belanda. Suatu majelis untuk urusan jajahan Asia lalu didirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, awal Maret 1942, Kerajaan Jepang merebut kekuasaan dari Kerajaan Belanda pada Perang Dunia ke-2. Nama Batavia dikubur balatentara Kerajaan Jepang. Dan, nama Jakarta menggantikannya sampai sekarang. (sumber : majalah amanah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Source from&lt;/span&gt; : http://swaramuslim.net/galery/more.php?id=A5617_0_18_0_M&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2178758604110707171-7110817390599156884?l=nusantarakunusantarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/feeds/7110817390599156884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/07/sejarah-jakarta-riwayat-sebuah-kota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/7110817390599156884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/7110817390599156884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/07/sejarah-jakarta-riwayat-sebuah-kota.html' title='Sejarah JAKARTA : Riwayat Sebuah Kota'/><author><name>Dana Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Sln_Fyh99eI/AAAAAAAAABg/B4ApiJ9vsMc/S220/Lagi+dan+lagi+(2)edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2178758604110707171.post-9169023284302314779</id><published>2009-07-24T00:23:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T00:23:00.428-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Banten'/><title type='text'>ASAL MUASAL BANTEN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Slwy9rZtzVI/AAAAAAAAACE/4SC9Byb5PBc/s1600-h/peta-banten.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 306px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Slwy9rZtzVI/AAAAAAAAACE/4SC9Byb5PBc/s320/peta-banten.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358213691868040530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yang diketahui mengenai sejarah dari bagian terbarat pulau Jawa ini, terutama pada masa sebelum masuknya Islam. Keberadaanya sedikit dihubungkan dengan masa kejayaan maritim Kerajaan Sriwijaya, yang menguasai Selat Sunda, yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera. Dan juga dikaitkan dengan keberadaan Kerajaan Sunda Pajajaran, yang berdiri pada abad ke 14 dengan ibukotanya Pakuan yang berlokasi di dekat kota Bogor sekarang ini. Berdasarkan catatan, Kerajaan ini mempunyai dua pelabuhan utama, Pelabuhan Kalapa, yang sekarang dikenal sebagai Jakarta, dan Pelabuhan Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa data mengenai Banten yang tersisa, dapat diketahui, lokasi awal dari Banten tidak berada di pesisir pantai, melainkan sekitar 10 Kilometer masuk ke daratan, di tepi sungai Cibanten, di bagian selatan dari Kota Serang sekarang ini. Wilayah ini dikenal dengan nama “Banten Girang” atau Banten di atas sungai, nama ini diberikan berdasarkan posisi geografisnya. Kemungkinan besar, kurangnya dokumentasi mengenai Banten, dikarenakan posisi Banten sebagai pelabuhan yang penting dan strategis di Nusantara, baru berlangsung setelah masuknya Dinasti Islam di permulaan abad ke 16.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Peta Lokasi Banten Girang&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/SlwzYPQk4XI/AAAAAAAAACM/HhBlIeOJL5k/s1600-h/peta-banten-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 306px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/SlwzYPQk4XI/AAAAAAAAACM/HhBlIeOJL5k/s320/peta-banten-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358214148169982322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan di lokasi Banten Girang di tahun 1988 pada program Ekskavasi Franco – Indonesia, berhasil menemukan titik terang akan sejarah Banten. Walaupun dengan keterbatasan penelitian, namun banyak bukti baru yang ditemukan. Sekaligus dapat dipastikan bahwa keberadaan Banten ternyata jauh lebih awal dari perkiraan semula dengan ditemukannya bukti baru bahwa Banten sudah ada di awal abad ke 11 – 12 Masehi. Banten pada masa itu sudah merupakan kawasan pemukiman yang penting yang ditandai dengan telah dikelilingi oleh benteng pertahanan dan didukung oleh berbagai pengrajin mulai dari pembuat kain, keramik, pengrajin besi, tembaga, perhiasan emas dan manik manik kaca. Mata uang logam (koin) sudah digunakan sebagai alat pembayaran, dan hubungan internasional sudah terjalin dengan China, Semenanjung Indochina, dan beberapa kawasan di India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Slw0Wh6t9jI/AAAAAAAAACU/IFwKcZdY_5E/s1600-h/banten-girang1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 242px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Slw0Wh6t9jI/AAAAAAAAACU/IFwKcZdY_5E/s320/banten-girang1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358215218330465842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lokasi Banten Girang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Slw1LmfJHjI/AAAAAAAAACc/kcMeOaFgoHo/s1600-h/banten-girang2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 238px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Slw1LmfJHjI/AAAAAAAAACc/kcMeOaFgoHo/s320/banten-girang2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358216130090049074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Banten Girang : Pertapaan yang diukir di dalam bukit batu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara nyata, tidak ada keputusan final yang dapat diambil sebelum penelitian dilakukan lebih lanjut, tapi dapat dipastikan bahwa keberadaan Banten sudah berlangsung sangat lama dan teori bahwa keberadaannya dimulai pada saat terbentuknya Kerajaan Islam di Banten, tidak lagi dapat dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Portugis telah mendokumentasikan keberadaan Banten dan sekitarnya pada awal abad ke 16, kurang lebih 15 tahun sebelum Kerajaan Islam Banten terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, bangsa Portugis memulai perdagangan dengan bangsa Sunda. Ketertarikan utama mereka adalah pada Lada yang banyak terdapat di kedua sisi Selat Sunda. Bangsa Cina juga sangat berminat pada jenis rempah rempah ini, dan kapal Jung mereka telah berlayar ke pelabuhan Sunda setiap tahunnya untuk membeli lada. Walaupun Kerajaan Pajajaran masih berdiri, namun kekuasaannya mulai menyusut. Kelemahan ini tidak luput dari perhatian Kerajaan Islam Demak. Beberapa dekade sebelumnya Kerajaan Demak telah menguasai bagian timur pulau Jawa dan pada saat itu bermaksud untuk juga menguasai pelabuhan Sunda. Masyarakat Sunda, memandang serius ekspansi Islam, melihat makin berkembangnya komunitas ulama dan pedagang Islam yang semakin memiliki peranan penting di kota pelabuhan “Hindu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi ancaman ini, Otoritas Banten, baik atas inisiatifnya sendiri maupun atas seizin Pakuan, memohon kepada bangsa Portugis di Malaka, yang telah berulangkali datang berniaga ke Banten. Di mata otoritas Banten, bangsa Portugis menawarkan perlindungan ganda; bangsa Portugis sangat anti Islam, dan armada lautnya sangat kuat dan menguasai perairan di sekitar Banten. Banten, di sisi lain, dapat menawarkan komoditas lada bagi Portugis. Negosiasi ini di mulai tahun 1521 Masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1522 Masehi, Portugis di Malaka, yang sadar akan pentingnya urusan ini, mengirim utusan ke Banten, yang dipimpin oleh Henrique Leme. Perjanjian dibuat antara kedua belah pihak, sebagai ganti dari perlindungan yang diberikan, Portugis akan diberikan akses tak terbatas untuk persediaan lada, dan diperkenankan untuk membangun benteng di pesisir dekat Tangerang. Kemurah hatian yang sangat tinggi ini menggaris bawahi tingginya tingkat kesulitan yang dihadapi Banten. Pemilihan pembuatan benteng di daerah Tangerang tidak diragukan lagi untuk dua alasan : yang pertama, agar Portugis dapat menahan kapal yang berlayar dari Demak, dan yang kedua untuk menahan agar armada Portugis yang sangat kuat pada saat itu, tidak terlalu dekat dengan kota Banten. Aplikasi dari perjanjian ini adalah adanya kesepakatan kekuasaan yang tak terbatas bagi Portugis. Lima tahun yang panjang berlalu, sebelum akhirnya armada Portugis tiba di pesisir Banten, di bawah pimpinan Francisco de Sá, yang bertanggungjawab akan pembangunan benteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, situasi politik telah sangat berubah dan sehingga armada Portugis gagal untuk merapat ke daratan. Seorang ulama yang sekarang dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati, penduduk asli Pasai, bagian utara Sumatera setelah tinggal beberapa lama di Mekah dan Demak, pada saat itu telah menetap di Banten Girang, dengan tujuan utama untuk menyebarkan ajaran agama Islam. Walaupun pada awalnya kedatangannya diterima dengan baik oleh pihak otoriti, akan tetapi Ia tetap meminta Demak mengirimkan pasukan untuk menguasai Banten ketika Ia menilai waktunya tepat. Dan adalah puteranya, Hasanudin, yang memimpin operasi militer di Banten. Islam mengambil alih kekuasaan pada tahun 1527 M bertepatan dengan datangnya armada Portugis. Sadar akan adanya perjanjian antara Portugis dengan penguasa sebelumnya, Islam mencegah siapapun untuk merapat ke Banten. Kelihatannya Kaum Muslim menguasai secara serempak kedua pelabuhan utama Sunda, yaitu Kalapa dan Banten, penguasaan yang tidak lagi dapat ditolak oleh Pakuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah sebelumnya dilakukan di Jawa Tengah, Kaum Muslim, sekarang merupakan kelas sosial baru, yang memegang kekuasaan politik di Banten, dimana sebelumnya juga telah memegang kekuasaan ekonomi. Putera Sunan Gunung Jati, Hasanudin dinobatkan sebagai Sultan Banten oleh Sultan Demak, yang juga menikahkan adiknya dengan Hasanudin. Dengan itu, sebuah dinasti baru telah terbentuk pada saat yang sama kerajaan yang baru didirikan. Dan Banten dipilih sebagai ibukota Kerajaan baru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Source from &lt;/span&gt;: http://www.iai-banten.org/2008/02/28/sejarah-banten&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2178758604110707171-9169023284302314779?l=nusantarakunusantarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/feeds/9169023284302314779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/07/asal-muasal-banten.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/9169023284302314779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/9169023284302314779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/07/asal-muasal-banten.html' title='ASAL MUASAL BANTEN'/><author><name>Dana Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Sln_Fyh99eI/AAAAAAAAABg/B4ApiJ9vsMc/S220/Lagi+dan+lagi+(2)edited.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Slwy9rZtzVI/AAAAAAAAACE/4SC9Byb5PBc/s72-c/peta-banten.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2178758604110707171.post-7164654009668276469</id><published>2009-07-15T21:33:00.000-07:00</published><updated>2009-07-15T21:33:00.501-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Barat'/><title type='text'>SELINTAS JAWA BARAT</title><content type='html'>Jawa Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia. Ibukotanya adalah Bandung. Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Bagian barat laut provinsi Jawa Barat berbatasan langsung dengan Provinsi DKI Jakarta, ibukota negara Indonesia. Pada tahun 2000, Provinsi Jawa Barat dimekarkan dengan berdirinya Provinsi Banten, yang berada di bagian barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah&lt;br /&gt;Temuan arkeologi tertua mengenai penghuni Jawa Barat ditemukan di Anyer dengan ditemukannya budaya logam perunggu dan besi dari sebelum milenium pertama. Gerabah tanah liat prasejarah jaman Buni (Bekasi kuno) dapat ditemukan merentang dari Anyer sampai Cirebon.&lt;br /&gt;Jawa Barat pada abad ke 5 merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanagara. Prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanagara banyak tersebar di Jawa Barat. Ada tujuh prasasti yang ditulis dalam aksara Wengi (yang digunkan dalam masa Palawa India) dan bahasa Sansakerta yang sebagian besar menceritakan para raja Tarumanagara.&lt;br /&gt;Setelah runtuhnya kerajaan Tarumanagara akibat serangan kerajaan Sriwijaya berdasarkan prasasti Kota Kapur (Tahun 686), kekuasaan di bagian barat Pulau Jawa dari Ujung Kulon sampai Kali Ciserayu dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda. Salah satu prasasti dari jaman Kerajaan Sunda adalah prasasti Kebon Kopi II yang berasal dari tahun 932. Kerajaan sunda beribukota di Pakuan Pajajaran (sekarang kota Bogor).&lt;br /&gt;Pada abad ke-16, Kesultanan Demak tumbuh menjadi ancaman kepada Kerajaan Sunda. Pelabuhan Cirebon lepas dari Kerajaan Sunda atas bantuan Kesultanan Demak. Pelabuhan Cirebon kemudian menjadi Kesultanan Cirebon yang merdeka dari Kerajaan Sunda. Pelabuhan Banten juga lepas ke tangan Kesultanan Cirebon dan kemudian menjadi Kesultanan Banten. Untuk menghadapi ancaman Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Demak, Sri baduga Maharaja, raja Sunda saat itu meminta putranya, Surawisesa untuk membuat perjanjian pertahanan keamanan dengan bangsa Portugis di Malaka untuk mencegah jatuhnya pelabuhan utama, yaitu Sunda Kalapa kepada Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Demak. Pada saat Surawisesa menjadi raja Sunda, dengan gelar Prabu Surawisesa Jayaperkosa, perjanjian pertahanan keamanan Sunda-Portugis, yang dikenal dengan Luso-Sundanese Treaty, ditandatangani dalam tahun 1512. Sebagai imbalannya, Portugis diberi akses untuk membangun benteng dan gudang di Sunda Kalapa serta akses untuk perdagangan di sana. Untuk merealisasikan perjanjian pertahanan keamanan tersebut, pada tahun 1522 didirikan suatu monumen batu yang disebut Padrao di tepi sungai Ciliwung di sekitar daerah Tugu.&lt;br /&gt;Meskipun perjanjian pertahanan keamanan dengan Portugis telah dibuat, pelaksanaannya tidak dapat terwujud karena pada tahun 1527 pasukan aliansi Cirebon - Demak, dibawah pimpinan Fatahilah atau Paletehan, menyerang dan menaklukkan pelabuhan Sunda Kalapa. Perang antara Kerajaan Sunda dan aliansi Cirebon - Demak berlangsung lima tahun sampai akhirnya pada tahun 1531 dibuat suatu perjanjian damai antara Prabu Surawisesa dengan Sunan Gunung Jati dari Kesultanan Cirebon.&lt;br /&gt;Dari tahun 1567 sampai 1579, dibawah pimpinan Raja Mulya, alias Prabu Surya Kencana, Kerajaan Sunda mengalami kemunduran besar dibawah tekanan Kesultanan Banten. Setelah tahun 1576, kerajaan Sunda tidak dapat mempertahankan Pakuan Pajajaran, ibu kota Kerajaan Sunda, dan akhirnya jatuh ke tangan Kesultanan Banten. Jaman pemerintahan Kesultanan Banten, wilayah Priangan jatuh ke tangan Kesultanan Mataram.&lt;br /&gt;Jawa Barat sebagai pengertian administratif mulai digunakan pada tahun 1925 ketika Pemerintah Hindia Belanda membentuk Provinsi Jawa Barat. Pembentukan provinsi itu sebagai pelaksanaan Bestuurshervormingwet tahun 1922, yang membagi Hindia Belanda atas kesatuan-kesatuan daerah provinsi. Sebelum tahun 1925, digunakan istilah Soendalanden (Tatar Soenda) atau Pasoendan, sebagai istilah geografi untuk menyebut bagian Pulau Jawa di sebelah barat Sungai Cilosari dan Citanduy yang sebagian besar dihuni oleh penduduk yang menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu.&lt;br /&gt;Pada 17 Agustus 1945, Jawa Barat bergabung menjadi bagian dari Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Pada tanggal 27 Desember 1949 Jawa Barat menjadi Negara Pasundan yang merupakan salah satu negara bagian dari Republik Indonesia Serikat sebagai hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar: Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), dan Belanda. Kesepakatan ini disaksikan juga oleh United Nations Commission for Indonesia (UNCI) sebagai perwakilan PBB.&lt;br /&gt;Namun Jawa Barat kembali bergabung dengan Republik Indonesia pada tahun 1950.&lt;br /&gt;Geografi&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Barat berada di bagian barat Pulau Jawa. Wilayahnya berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Jawa Tengah di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Banten dan DKI Jakarta di barat.&lt;br /&gt;Kawasan pantai utara merupakan dataran rendah. Di bagian tengah merupakan pegunungan, yakni bagian dari rangkaian pegunungan yang membujur dari barat hingga timur Pulau Jawa. Titik tertingginya adalah Gunung Ciremay, yang berada di sebelah barat daya Kota Cirebon. Sungai-sungai yang cukup penting adalah Sungai Citarum dan Sungai Cimanuk, yang bermuara di Laut Jawa.&lt;br /&gt;Penduduk&lt;br /&gt;Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Daerah dengan kepadatan penduduk terbesar berada di dekat Jakarta. Bandung, ibukota provinsi Jawa Barat merupakan kota dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya.&lt;br /&gt;Sebagian besar penduduk Jawa Barat adalah Suku Sunda, yang bertutur menggunakan Bahasa Sunda. Di beberapa kota di pesisir utara, dituturkan bahasa Jawa dialek Cirebon, yang mirip dengan Bahasa Jawa dialek Tegal. Di daerah perbatasan dengan DKI Jakarta seperti Bekasi, Depok, dan Kabupaten Bogor bagian utara dituturkan bahasa Indonesia dialek Betawi.&lt;br /&gt;Akibat urbanisasi, penduduk di daerah sekitar Jakarta terdiri dari berbagai etnis di Indonesia, termasuk Suku Jawa, Suku Batak, dan Suku Minang.&lt;br /&gt;Pendidikan&lt;br /&gt;Jawa Barat memiliki sejumlah perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia. Universitas Indonesia memiliki kampus utama di Kota Depok. Di Kota Bandung terdapat Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Di kota Bogor terdapat Institut Pertanian Bogor.&lt;br /&gt;Pemerintahan&lt;br /&gt;Jawa Barat terdiri atas 17 kabupaten dan 9 kota. Kota-kota hasil pemekaran sejak tahun 1996 adalah:&lt;br /&gt;• Kota Bekasi, dimekarkan dari Kabupaten Bekasi pada tahun 1996&lt;br /&gt;• Kota Depok, dimekarkan dari Kabupaten Bogor pada tahun 1999&lt;br /&gt;• Kota Cimahi, dimekarkan dari Kabupaten Bandung pada tahun 2001&lt;br /&gt;• Kota Tasikmalaya, dimekarkan dari Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2001&lt;br /&gt;• Kota Banjar, dimekarkan dari Kabupaten Ciamis pada tahun 2002&lt;br /&gt;• Kabupaten Bandung Barat, dimekarkan dari Kabupaten Bandung tahun 2007&lt;br /&gt;Daftar Gubernur Jawa Barat:&lt;br /&gt;1. Mas Sutardjo Kertohadikusumo 1945&lt;br /&gt;2. Datu Djamin 1945 – 1946&lt;br /&gt;3. Murdjani 1946&lt;br /&gt;4. R. Mas Sewara 1946 – 1951&lt;br /&gt;5. Sanusi Hardjadinata 1951 – 1956&lt;br /&gt;6. Ipik Gandamana 1956 – 1959&lt;br /&gt;7. Mashudi 1960 – 1970&lt;br /&gt;8. Solihin Gautama Purwanegara` 1970 – 1974&lt;br /&gt;9. Aang Kunaefi 1975 – 1985&lt;br /&gt;10. Yogie Suardi Memet 1985 – 1993&lt;br /&gt;11. R. Nuriana 1993 – 2003&lt;br /&gt;12. Danny Setiawan 2003 – 2008&lt;br /&gt;13. Ahmad Heryawan 2008 – 2013&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obyek Wisata&lt;br /&gt;• Pantai Pangandaran, Ciamis&lt;br /&gt;• Pantai Pelabuhan Ratu, Sukabumi&lt;br /&gt;• Gunung Tangkuban Perahu&lt;br /&gt;• Puncak, Bogor - Cianjur&lt;br /&gt;• Ciater, Subang&lt;br /&gt;• Linggajati, kuningan&lt;br /&gt;• Kebun Raya Bogor&lt;br /&gt;• Taman Safari Indonesia&lt;br /&gt;• Taman Wisata Mekarsari&lt;br /&gt;• Keraton Kasepuhan, Cirebon&lt;br /&gt;• Keraton Kanoman Cirebon&lt;br /&gt;• Situ Patenggang, Ciwidey&lt;br /&gt;• Cipanas, Garut&lt;br /&gt;• Pantai Ujung Genteng, Sukabumi&lt;br /&gt;• Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Bandung&lt;br /&gt;• Kebun Raya Cibodas&lt;br /&gt;• Waduk Jatiluhur, Purwakarta&lt;br /&gt;• Taman Bunga Nusantara, Cianjur&lt;br /&gt;• Observatorium Bosscha, Bandung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2178758604110707171-7164654009668276469?l=nusantarakunusantarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/feeds/7164654009668276469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/07/selintas-jawa-barat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/7164654009668276469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/7164654009668276469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/07/selintas-jawa-barat.html' title='SELINTAS JAWA BARAT'/><author><name>Dana Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Sln_Fyh99eI/AAAAAAAAABg/B4ApiJ9vsMc/S220/Lagi+dan+lagi+(2)edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2178758604110707171.post-398188501530947894</id><published>2009-07-12T20:49:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T20:51:56.617-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Sejarah Nama "INDONESIA"</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;oleh: Dirgantoro Purnawarman Atmoredjo.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PADA zaman purba, kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.&lt;br /&gt;Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil "Jawa" oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. "Samathrah, Sholibis, Sundah, kulluh Jawi (Sumatra, Sulawesi, Sunda, semuanya Jawa)" kata seorang pedagang di Pasar Seng, Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tibalah zaman kedatangan orang Eropa ke Asia. Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang itu beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Cina. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah "Hindia". Semenanjung Asia Selatan mereka sebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara dinamai "Hindia Belakang". Sedangkan tanah air kita memperoleh nama "Kepulauan Hindia" (Indische Archipel, Indian Archipelago, l'Archipel Indien) atau "Hindia Timur" (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah "Kepulauan Melayu" (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l'Archipel Malais).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tanah air kita terjajah oleh bangsa Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur). Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga "Kepulauan Hindia" (bahasa Latin insula berarti pulau). Tetapi rupanya nama Insulinde ini ku rang populer. Bagi orang Bandung, Insulinde mungkin cuma dikenal sebagai nama toko buku yang pernah ada di Jalan Otista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang kita kenal sebagai Dr. Setiabudi (beliau adalah cucu dari adik Multatuli), memopulerkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata "India". Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perlu dicatat bahwa pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian, nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit Nusantara digunakan untuk men yebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Kita tentu pernah mendengar Sumpah Palapa dari Gajah Mada, "Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa" (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat). Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu "nusa di antara dua benua dan dua samudra", sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini&lt;br /&gt;dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hari ini istilah nusantara tetap kita pakai untuk menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke. Tetapi nama resmi bangsa dan negara kita adalah Indonesia. Kini akan kita telusuri dari mana gerangan nama yang sukar bagi lidah Melayu ini muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Indonesia Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay- Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia at au Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: ... the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab alayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Lagi pula, kata Earl, bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D alam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah "Indian Archipelago" terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan: Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago. Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama i tu akan menjadi nama bangsa dan negara yang jumlah penduduknya peringkat keempat terbesar di muka bumi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna politis Pada dasawarsa 1920-an, nama "Indonesia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama "Indonesia" akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya, "Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut "Hindia Belanda". Juga tidak "Hindia" saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Lalu pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama "Indonesia". Akhirnya nama "Indonesia" dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah Pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; DPR zaman Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama "Indonesia" diresmikan sebagai pengganti nama "Nederlandsch-Indie". Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka keh endak Allah pun berlaku. Dengan jatuhnya tanah air kita ketangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama "Hindia Belanda" untuk selama-lamanya. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, lahirlah Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;dikutip dari blog&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SMAN 6 Jakarta&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2178758604110707171-398188501530947894?l=nusantarakunusantarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/feeds/398188501530947894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/07/sejarah-nama-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/398188501530947894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/398188501530947894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/07/sejarah-nama-indonesia.html' title='Sejarah Nama &quot;INDONESIA&quot;'/><author><name>Dana Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Sln_Fyh99eI/AAAAAAAAABg/B4ApiJ9vsMc/S220/Lagi+dan+lagi+(2)edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2178758604110707171.post-8766713850955761745</id><published>2009-07-10T08:45:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T22:09:58.076-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nusantara'/><title type='text'>Epitomae (Irisan) Sejarah Indonesia,  Nusantara dan Dunia</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hindu-Budha, Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;25 Dinasti Han mulai berkuasa di China, sampai tahun 260 melakukan hubungan dagang dengan Nusantara&lt;br /&gt;dan Eropa lewat jalur sutra dan laut (Nusantara).&lt;br /&gt;60 Pedanius Dioscorides, dari Anarzabus pada jaman Kaisar Nero menyusun buku Codex de Materia Medica&lt;br /&gt;kompilasi obat-obatan dari tanaman dan hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;105 Kertas telah dibuat dan digunakan di Cina.  &lt;br /&gt;111&lt;br /&gt;Saluran Segovia (Spanyol) dibangun oleh kaisar Roma Marcus Ulpius Traianus (98-117) yang mengalirkan&lt;br /&gt;air sejauh 16 km dari sungai Frio ke kota Segovia.&lt;br /&gt;Traianus meninggalkan banyak bangunan-bangunan publik; jembatan, viaduct, theater, pemandian umum&lt;br /&gt;dan lain-lain pada masa pemerintahannya. Pada masa ini penganut agama Kristen masih dijadikan buron&lt;br /&gt;di seluruh kekaisaran Roma, namun Traianus bersikap agak lunak terhadap penganut Kristen.&lt;br /&gt;Pembangunan infrastruktur, pengairan, jalan raya dan bangunan publik merupakan ciri yang menonjol dari&lt;br /&gt;Imperium Roma. Hal ini juga yang memungkinkan imperium ini bertahan dalam jangka waktu lama sekitar&lt;br /&gt;8 abad. Khusus jalan raya pada masa itu telah dipunyai jalan yang dikeraskan yang total panjangnya&lt;br /&gt;mencapai 80,000 km suatu yang tidak didapati dari imperium lain dalam sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;160 Claudius Ptolemaeus dari Alexandria, Mesir; astronom, mathematician, dan geographer keturunan Yunani.&lt;br /&gt;mencantumkan kepulauan India Timur dalam bukunya Geōgraphikē hyphēgēsis (Guide to Geography).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;200-600 Paham Budha berkembang di Cina. Tercatat berapa peziarah Cina ke India.  Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;312&lt;br /&gt;Kaisar Roma Flavius Valerius Constantinus (280-337) menetapkan Kristen sebagai agama wajib&lt;br /&gt;masyarakat. Constantine the Great kaisar pertama beragama Kristen menyebabkan percepatan&lt;br /&gt;perkembangan Kristen di Eropa. Constantine kemudian memindahkan kedudukan ke Byzantium yang&lt;br /&gt;kemudian dinamai Constantinopel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;325 Konsili Nicea (Iznik-Turki), diadakan oleh Constantine kaisar Roma, menghimpun 318 orang uskup dari&lt;br /&gt;keseluruhan 1,800 uskup dari seluruh penjuru guna menyelesaikan perselisihan mengenai kedudukan&lt;br /&gt;Jesus Kristus. Kredo Nicea ialah Jesus sang Anak sebagai cosubstantial dengan sang Bapak, menimbulkan&lt;br /&gt;sebutan Tuhan Jesus yang menjadi inti keimanan Kristen. Selain itu juga menetapkan hari Minggu sebagai&lt;br /&gt;hari kebaktian, penetapan hari Paskah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Prasasti Muara Kaman yang merupakan inskripsi tertua tentang adanya negara Hindu-Indonesia di&lt;br /&gt;Kalimantan Timur (Kutai-Kartanegara)&lt;br /&gt;400&lt;br /&gt;414&lt;br /&gt;Fah-Hien peziarah dari Cina dalam perjalanan dari Cina ke India melalui laut melaporkan Brahmanism&lt;br /&gt;telah dianut di Jawa dan Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Raja Purnawarman tercantum dalam prasasti berbahasa Sanskerta, yang mencantumkan raja&lt;br /&gt;menaklukkan negara tetangga dan membangun kanal pengairan. Catatan ini bersesuaian dari penjelajah&lt;br /&gt;415Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;Cina Fah-Hoen. Hasil utama dari kerajaan ini ialah indigo dan masyarakat beragama Budha&lt;br /&gt;Prasasti Ciaruteun, Bogor&lt;br /&gt;  Pendeta Budha Gunawarman dari India menyebarkan paham Budha-Hinayana di Sumatera 424&lt;br /&gt;500 Suku bangsa Germania membebaskan daerah Netherland (daerah rendah) dari Romawi. &lt;br /&gt;570 Kelahiran Muhammad SAW di Mekah.  &lt;br /&gt;619 Kenabian Muhammad SAW &lt;br /&gt;622 Muhammad SAW hijrah dari Mekah ke Madinah. Muhammad SAW dan pengikutnya pindah dari Mekah ke&lt;br /&gt;Yathrib (sekarang Madinah) karena situasi di Mekah yang semakin tidak kondusif untuk mereka, sementara&lt;br /&gt;itu Madinah yang memerlukan kepemimpinan baru yang dapat diterima semua golongan dan etnik di sana.&lt;br /&gt;Diterimanya kepemimpinan Muhammad SAW di Madinah dan keberhasilan membangun komunitas&lt;br /&gt;masyarakat pluralis menjadikan Islam punya fondasi dalam perkembangannya. Khalifah kedua Umar,&lt;br /&gt;menjadikan tahun perpindahan ini sebagai tahun 1 Hijriah dalam sistem kalender Islam yang berdasarkan&lt;br /&gt;perhitungan bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;632 Meninggalnya Muhammad SAW &lt;br /&gt;632-634 Abu Bakar, khalifah di Madinah &lt;br /&gt;634-644 Umar Ibn Al-Khatāb jadi khalifah Muslim, ekspansi Islam ke Syria, Palestina dan Mesir.  Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;644-656 Usmān ibn Affān &lt;br /&gt;656-661 Ali ibn Abithalib &lt;br /&gt;661-680 Muāwiyah Ibn Abu Sufyān (Muawiyah I) khalifah Islam di Damaskus, awal paham Syi’ah. &lt;br /&gt;  Tercatat keberadaan kerajaan Sriwijaya di Sumatera 670&lt;br /&gt;685&lt;br /&gt;Khalifah Islam kelima Abdul Malik ibn Marwan (685-705) membangun Qubbat as-Sakhhrah atau Dome of&lt;br /&gt;the Rock, monument atau tempat suci di Jerusalem sejak keberadaan Islam, batu didalamnya dianggap&lt;br /&gt;suci oleh Islam tempat mi’raj Nabi Muhammad, oleh Yahudi diyakini sebagai tempat Ibrahim bapak bangsa&lt;br /&gt;Yahudi mengorbankan putranya Isak. Kubah ini terletak di atas bekas kuil Sulaiman dan penerusnya.&lt;br /&gt;Dibangun bukan sebagai masjid tempat sembahyang, namun sebagai tempat suci bagi peziarah Islam dan&lt;br /&gt;Yahudi. Merupakan bangunan monumental Islam pertama dari segi estetika dan arsitektur, dipenuhi&lt;br /&gt;dengan mosaic dan keramik berlapis timah (faience). Berbentuk octagonal dengan kubah dari kayu&lt;br /&gt;berdiameter 18 meter, di atas silinder yang ditopang 16 tiang dan kolom dengan banyak jendela. Bagian&lt;br /&gt;bawah yang persegi delapan dengan kolom lebar 18 meter dan tinggi 11 meter yang dihiasi dengan banyak&lt;br /&gt;jendela. Gereja Templar yang mengaku sebagai penjaga Tanah Suci Jerusalem meniru arsitektur ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;671-683 Perjalanan I-Tsing dari Cina ke India melalui Indonesia &lt;br /&gt;711-732 Pasukan Muslim Arab-Berber pimpinan Tariq ibn-Zayid, menaklukkan Gibraltar dan meneruskan ekspansi&lt;br /&gt;di Spanyol sampai dihentikan oleh raja Frank Charles Martel dalam Perang di Tour (732).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Raja Sanjaya jadi penguasa Mataram Kuno yang beraliran Hindu-Syiwa menurut prasasti Canggal,&lt;br /&gt;Magelang&lt;br /&gt;732&lt;br /&gt;  Candi Syiwa dibangun di dataran tinggi Dieng. 750Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;774&lt;br /&gt;Raja Charles (Charlemagne) dari Frank masuk Kristen dan dinobatkan oleh Paus Adrian (Leo III) setelah&lt;br /&gt;mengalahkan Saxon dan Lombardi atas permintaan Paus, peristiwa ini mendasari berkembangnya Tahta&lt;br /&gt;Suci (Kepausan) Roma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;800&lt;br /&gt;Al-Khwarizmi, (780-850), Uzbekistan, ahli matematika, astronom, pada khalifah Al-Maimun di Baghdad,&lt;br /&gt;menyusun sistematikan pemecahan masalah memakai hitungan al-jabru (restorasi) yang kemudian menjadi&lt;br /&gt;algebra setelah penterjemahan kaya A-Khwarizmi oleh Gerard Cremona ke bahasa Latin. Karya yang&lt;br /&gt;diteruskan dari sistematika Hindu telah menjadi referensi dasar pada abad pertengahan, pemakaian angka&lt;br /&gt;Arab oleh dunia diperkirakan dimulai dari karya Al-Khwarizmi karena tabel-tabel astronomi yang dibuatnya&lt;br /&gt;akan sangat sukar dipakai bila dalam angka Latin yang berlaku sebelumnya.&lt;br /&gt;Pemecahan persoalan dari dua persamaan liner; 3x + 4y = 10 dan 2x + y = 5, ialah dengan jalan&lt;br /&gt;memisahkan y dari persamaan, maka didapat y = 5 - 2x. Kemudian disubstitusi ke persamaan pertama&lt;br /&gt;didapat: 3x + 4(5 - 2x) = 10. Sehingga didapat x = 2 lalu memasukkan nilai x ke dalam persamaan kedua,&lt;br /&gt;maka didapat y = 1. Titik pada x =2, y = 1 adalah persilangan garis dari dua persamaan 3x + 4y = 10 dan 2x&lt;br /&gt;+ y = 5.&lt;br /&gt; Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran Budha Mahayana mendominasi Jawa Tengah. Dinasti Syailendra menguasai Jawa tengah dan&lt;br /&gt;mendirikan candi Borobudur sebagai tempat peribadatan yang unik dimana pengunjung akan melalui 9&lt;br /&gt;tingkat bangunan semi piramid yang dipenuhi reliks yang berisi kisah visual tentang perjalanan sifat-sifat&lt;br /&gt;manusia menuju kesucian. Diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan raja Samarottungga tahun&lt;br /&gt;824. Setelah terbenam dalam abu vulkanis selama 1000 tahun ditemukan kembali oleh Thomas Stamford&lt;br /&gt;Raffles tahun 1814. Direstorasi oleh arkeologis Belanda tahun 1911 dan restorasi kedua tahun 1984.&lt;br /&gt;770-850&lt;br /&gt;817 Pembukaan pelabuhan Canton (Cina) untuk perdagangan internasional oleh dinasti Sung. Menyebabkan&lt;br /&gt;meningkatnya hubungan komersil antara Barat dan Asia Timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;832 Hunayn ibn Ishāq (al-Ibādī, 808-873), Nama Latin: Johannitius dari Baghdad, memulai menterjemahkan&lt;br /&gt;karya-karya Plato, Aristotle, Galen, Hippocrates, dan Neoplatonists ke dalam bahasa Arab. Hunayn seorang&lt;br /&gt;Kristen Nestorian yang belajar pengobatan di Baghdad dan menjadi sangat paham dengan budaya Yunani&lt;br /&gt;kuno. Menjadi dokter kepala pada kalifah al-Mutawakkil. Berkeliling ke Syria, Palestina dan Mesir guna&lt;br /&gt;mengumpulkan naskah Yunani kuno.&lt;br /&gt; Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;880 Angkor Wat atau candi-candi Angkor, Kamboja mulai dibangun oleh raja Indrawarman (877-889). Dibangun&lt;br /&gt;sebagai metropolis kerajaan yang terdiri dari istana, candi, waduk, dan saluran irigasi yang kolosal.&lt;br /&gt;Indrawarman membangun Preah Ko dan candi Bakong yang dihiasi dengan patung-patung arsitektur&lt;br /&gt;Khmer. Penerusnya Suryawarman II (1113-1150) membangun Bakheng (893), Ta Keo (1000). Jayawarman&lt;br /&gt;VII membangun kuil Budha Angkor Thom dan Bayon (1200).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;900 Abu Bakar Muhammad Ibn Zakariya Razi, (865-932) Rayy, Iran&lt;br /&gt;Terkenal dengan sebutan Ar-Razi, ahli alkemi dan filsafat Muslim yang masyhur, juga dianggap ahli fisika&lt;br /&gt;besar dari masa Islam. Sering dipandang sebagai Socrates dalam filsafat dan Hippocrates dalam&lt;br /&gt;pengobatan.&lt;br /&gt;Menulis Kitab al-Hawi (Comprehensive Book) yang meliputi semua teknik pengobatan dari Yunani, Syria&lt;br /&gt;dan Arab dan India ditambah pengalaman dan komentarnya sendiri. Salah satunya teknik perawatan sakit&lt;br /&gt;campak. Kitab ini kemudian diterjemahkan ke dalam Latin dan bahasa modern lainnya. Buku lainnya Kitab&lt;br /&gt;al-Mansuri, dinamai demikian sebagai penghormatan atas perlindungan yang diberikan oleh khalifah&lt;br /&gt;Mansur Ibn Ishaq.&lt;br /&gt;Dalam filsafat Ar-Razi kelihatannya bersamaan pandangan dengan Democritus yang mencoba mencari&lt;br /&gt;komposisi benda melalui filsafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kerajaan Mataram Hindu di Jawa Tengah di bawah dinasti Sanjaya menurut prasasti Balitung (907 M)&lt;br /&gt;Pembangunan kelompok candi Loro Jongrang di Prambanan&lt;br /&gt;900Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;  Mpu Sindok raja Mataram di Jawa Timur&lt;br /&gt;Pada masa ini terjadi perpindahan pusat kebudayaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur,&lt;br /&gt;menandai mulainya Mataram Hindu di Jawa Timur.&lt;br /&gt;928-947&lt;br /&gt;972 Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir, sebuah institusi akademis tertua di dunia, didirikan tahun 972 oleh&lt;br /&gt;Jawhar, komandan pasukan dari dinasti Fatimiah. Universitas Islam ini didirikan mengelilingi masjid Al-Azhar&lt;br /&gt;yang dibangun bersamaan.&lt;br /&gt;Sampai tahun 1961 Al-Azhar hanya mengajarkan ilmu agama Islam yang berhubungan dengan teologi dan&lt;br /&gt;hukum Islam, kemudian pada tahun itu ditambah dengan fakultas ilmu alam, kedokteran, engineering dan&lt;br /&gt;pertanian. Sejak tahun 1872 telah mengeluarkan gelar bachelor, master dan doktoral.&lt;br /&gt;Wanita telah diperbolehkan studi di Al-Azhar dan mengikuti kuliah secara terpisah dan hanaya boleh studi&lt;br /&gt;dalam bidang humaniora. Al-Azhar tercatat yang memulai sistem asrama untuk siswanya. Asal siswanya&lt;br /&gt;mencakup dari Tunisia, Iraq, Indonesia, China, Japan, France, dan US semuanya berjumlah sekitar 90,000&lt;br /&gt;orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;982 Tamba Yasunori, ahli pengobatan Jepang, menyelesaikan buku pengobatan Isinho sebanyak 30 jilid, berisi&lt;br /&gt;metode dan resep pengobatan Cina yang mulai dipelajari oleh pemuda-pemuda Jepang sejak tahun 608.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Darmawangsa raja di jawa Timur&lt;br /&gt;Disebut juga sebagai Dharmavamsa, adalah raja Hindu dari aliran Syiwa, selama pemerintahannya tercatat&lt;br /&gt;banyak karya sastra dihasilkan, antara lain Mahabrata vversi bahasa Jawa Kuno, kitab Adiparwa, kitab&lt;br /&gt;Bhismaparwa dan Wirataparwa. Beberapa undang-undang yang dibuat masih terpakai di Bali,&lt;br /&gt;mengadakan hubungan dengan Kalimantan dan menyerang kerajaan Sriwijaya di Sumatera dan berakibat&lt;br /&gt;terbunuhnya Darmawangsa dalam serangan balik Sriwijaya dan kerajaan dihancurkan.&lt;br /&gt;985-1007Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Airlangga, raja di Jawa Timur Airlangga adalah menantu dari Darmawangsa, pada saat serangan balik&lt;br /&gt;Sriwijaya yang berhasil membunuh Darmawangsa Airlangga sempat menghindar ke dalam hutan.&lt;br /&gt;Airlangga kemudian mempersatukan kembali. Tahun 1019 dia sudah menguasai daerah Pasuruan dan&lt;br /&gt;usaha ini termasuk perang berlangsung sampai 1035 dan efektif menguasai seluruh Jawa bagian Timur.&lt;br /&gt;Pada masa ini Mpu Kanwa penyair istana menuliskan kisah Arjunawiwaha dan Mahabrata yang&lt;br /&gt;disesuaikan dengan kisah hidup Airlangga, menurut kisah, Airlangga membagi dua kerajaan untuk dua&lt;br /&gt;orang putranya menjadi Janggala dan Kadiri.&lt;br /&gt;Makam Airlangga (kiri) di Belahan, di lereng Gunung Penanggungan , Kediri, Jawa Timur. Dua arca yang di&lt;br /&gt;depan adalah permaisuri Wisnu yang berfungsi sebagai pancuran air. Pada bagian tengah yang tertutup&lt;br /&gt;terdapat arca Wisnu (kanan) yang dipercayai sebagai Airlangga. Seperti halnya ayahnya Udayana yang&lt;br /&gt;juga dimakamkan di lereng Barat gunung Penanggungan.&lt;br /&gt;Airlangga dianggap sama dengan Wisnu berarti dia seorang raja yang perkasa, nampak dengan&lt;br /&gt;menunggang burung garuda bertubuh manusia sedang menginjak dua ekor ular. Perhatikan perbedaan&lt;br /&gt;antara sikap yang tenang pada penunggangnya dan kegelisahan pada burung garuda.&lt;br /&gt;1019-1049Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;1017 Al Biruni (973-1048), Khorasan (Turkmenistan), saintis Muslim mengembangkan alat menentukan derajat&lt;br /&gt;lintang suatu tempat di muka bumi. Dia merevisi pandangan Ptolemaus tentang aliran laut dari lautan India&lt;br /&gt;ke lautan Atlantik.&lt;br /&gt;Menulis buku Āthār al-bāqīyah (Chronology of Ancient Nations), At-Tafhīm (“Elements of Astrology”).&lt;br /&gt;Pindah ke India, dibahwah Ghazna (Afghanistan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Prasasti Leran yang berupa nisan dari Fatimah binti Maimun 475 H, merupakan inskripsi pertama&lt;br /&gt;keberadaan Islam di Nusantara.&lt;br /&gt;1082&lt;br /&gt;1071 Jerusalem kota suci bersama bagi ummat beragama Yahudi, Kristen dan Islam, kota ini berada di bawah&lt;br /&gt;penguasa Muslim sejak tahun 634 dan selama itu tidak ada masalah bagi semua penganut ketiga agama di&lt;br /&gt;atas dalam menjalankan agama dan ziarah bagi penganut dari luar Jerusalem. Mereka dapat bepergian&lt;br /&gt;dan tinggal dan mengunjungi tempat-tempat suci dengan bebas. Sejak khalifah Muslim dipegang dinasti&lt;br /&gt;Bani Seljuk, Turki, para peziarah dari Barat (Eropa) mulai mendapat gangguan dalam perjalanan&lt;br /&gt;semenanjung Balkan, terjadi juga perusakan terhadap tempat-tempat yang dianggap suci oleh Kristen. Hal&lt;br /&gt;ini sejalan dengan ekspansi Turki atas Byzantium (Konstantinopel) dimana pimpinan Kristen Timur (Katolik&lt;br /&gt;Orthodox) berdomisili. Patriarkh Alexius Comnenus meminta bantuan Paus Urbanus II di Rome (Katolik&lt;br /&gt;Roma), namun pada tahun 1071, Konstantinopel berhasil ditaklukkan Turki, dan meneruskan ekspansi ke&lt;br /&gt;wilayah Balkan lainnya, peziarah dari Eropa jadi terhambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1096&lt;br /&gt;Perang Salib pertama    . Atas imbauan Paus Urbanus II (1040-1099), jadi Paus (1088-1099),&lt;br /&gt;Sekelompok orang (bangsawan) membentuk pasukan (crusader army) untuk membebaskan Jerusalem,&lt;br /&gt;dipimpin Godfrey of Bouillon (1061-1100), berjalan dan berlayar melalui berbagai jalur menuju&lt;br /&gt; Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;Constantinople, terus bergerak melalui Antiokia yang sebelumnya dikuasai Turki tahun 1085. Berhasil&lt;br /&gt;merebut Jerusalem pada 15 Juli 1099. Mereka melakukan pembunuhan massal (massacre) yang&lt;br /&gt;memalukan terhadap orang Turki dan penduduk Jerusalem non Kristen. Sebagian besar pulang kembali&lt;br /&gt;dan sebagian tinggal di Jerusalem membuat benteng dan pasukan khusus mempertahankan Tanah Suci.&lt;br /&gt;  Jayabaya, raja Kediri, mempersatukan kembali Kadiri dan Janggala, penulisan Barathayuda. 1135-1160&lt;br /&gt;1144 Perang salib kedua. Jerusalem kembali diambil alih oleh Turki, pasukan Crusader membangun beberapa&lt;br /&gt;negara kota, diantaranya Edessa, Germania dan Frank melancarkan serangan balasan namun gagal&lt;br /&gt;karena pasukan perlawanan Muslim lebih terorganisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1150 Gerard Cremona (1114-1187), Lombardy [Italy], menterjemahkan banyak karya-karya Arab Islam ke bahasa&lt;br /&gt;Latin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1174 Menara miring Pisa (Itali) dibangun, awalnya&lt;br /&gt;dibangun sebagai menara biasa untuk katedral&lt;br /&gt;oleh Bonnano Pisano sebagai arsitek.&lt;br /&gt;Kertajaya, raja Kediri, mengurangi peran kaum&lt;br /&gt;Brahmana, yang berakibat konflik dan kalahnya&lt;br /&gt;Kertajaya berakhir pula kerajaan Kediri.&lt;br /&gt;1190-1222&lt;br /&gt;1187 Perang Salib ketiga. Salahuddin Al Ayubi (Saladin) seorang pemimpin Islam dan militer yang legendaris&lt;br /&gt;menaklukkan Jerusalem stelah dikuasai Ftanks selama 88 tahun. Tiga orang Raja dari Eropa bergabung&lt;br /&gt;melawan Saladin; Richard the Lion Hearted (England), Frederick Barbarosa (German) dan Philip Augustus&lt;br /&gt;(Frank). Frederick menyerang melalui laut ke Asia Kecil Juni 1190 dan dipukul mundur. Richard dan Philip&lt;br /&gt;sempat merebut kembali kota Acre, namun gagal menaklukkan Jerusalem. Kemudian Richard dan Saladin&lt;br /&gt;mengadakan perjanjian damai tahun 1192 yang membolehkan para peziarah Eropa mengunjungi&lt;br /&gt;Jerusalem-Tanah Suci dengan bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1200 Fakultas kedokreran dan filsafat didirikan dalam Universitas Bologna (Italia). &lt;br /&gt;1202 Perang Salib keempat. Terjadi pelencengan terhadap tujuan awal perang salib, Mesir pusat kekuasaan&lt;br /&gt;Islam menjadi target. Karena jalur pelayaran Mediteranie ke Mesir melalui Venice, dimana orang Venesia&lt;br /&gt;lebih berminat atas perdagangan dibanding agama, atas pengaruh mereka para Crusader melupakan Mesir&lt;br /&gt;dan mereka menaklukkan kota pelabuhan Zara (Zadar, Croatia) kota Kristen saingan Venesia. Kemudian&lt;br /&gt;tahun 1203 menyerang Constantinople (Katolik Timur), menaklukkan dan menjarahnya 1204, atas kehendak&lt;br /&gt;Paus. Innocentius III (1160-1216), menjadi Paus (1198-1216).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1212 Perang Salib Anak-anak  Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;Semangat Perang Suci juga mempengaruhi anak-anak seperti halnya pada orang dewasa. Seorang anak&lt;br /&gt;penggembala Stephen dari Cloyes (dekat Vendome – Perancis) menyatakan mendapat penampakan Jesus&lt;br /&gt;yang memerintahkannya menyusun pasukan untuk membebaskan Tanah Suci dari tangan penguasa&lt;br /&gt;Muslim. Berhasil menghimpun 30,000 orang anak-anak dan orang dewasa miskin. Mereka berbaris menuju&lt;br /&gt;Paris meminta raja Philip II berperang bersama mereka. Raja menyuruh mereka kembali pulang ke rumah.&lt;br /&gt;Nicholas anak Jerman dari Cologne menghimpun jumlah yang lebih besar dari daerah Rhineland dan&lt;br /&gt;Lorraine, meyakinkan pengikutnya bahwa mereka akan dibantu Tuhan dalam membebaskan Jerusalem.&lt;br /&gt;Mereka berbaris melewati kota Mainz, dimana sebagian berhasil dibujuk pulang kembali, sisanya&lt;br /&gt;meneruskan menyeberangi Alpen sampai ke Itali dan terpecah jadi beberapa kelompok. Sebagian terus ke&lt;br /&gt;Venice dan Genoa, sebagian lagi sampai ke Marseille Perancis dalam mencari tumpangan kapal ke Mesir.&lt;br /&gt;Bagian terbesar anak-anak itu hilang tak berbekas, yang diyakini telah dijual sebagai budak oleh setelah&lt;br /&gt;dibawa ke Mesir oleh pedagang yang curang. Episode ini tidak menghasilkan apa-apa bagi Eropa selain&lt;br /&gt;dari histeria patetik merebut kembali Jerusalem akibat dari imbauan seorang Paus yang menimbulkan&lt;br /&gt;‘suasana mati demi Tuhan’ pada hampir semua kalangan.&lt;br /&gt;1215&lt;br /&gt;Bangsawan Britania (Inggris) memaksa raja John (1167-1216), menandatangani MAGNA CARTA&lt;br /&gt;pernyataan tentang hak pribadi, yang merupakan embrio demokrasi modern. Magna Carta atau The Great&lt;br /&gt;Charter of English Liberties yang dikeluarkan guna mencegah ancaman perang saudara, mengalami tiga&lt;br /&gt; Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;kali perubahan yaitu pada tahun 1216, 1217, dan 1225. Pada masanya piagam ini belum banyak&lt;br /&gt;memberikan perubahan yang berarti, namun sangat berpengaruh untuk generasi berikutnya. Magna Carta&lt;br /&gt;menjadi simbol perjuangan melawan penindasan terhadap kebebasan, Petition of Right (1628) dan Habeas&lt;br /&gt;Corpus Act (1679) keduanya merujuk langsung pada pasal 39 dari Magna Carta yang berbunyi: “no free&lt;br /&gt;man shall be…imprisoned or disseised [dispossessed]…except by the lawful judgment of his peers or by&lt;br /&gt;the law of the land.”. Konsitusi USA memperlihatkan pemikiran yang langsung berasal dari piagam ini.&lt;br /&gt;(Brittanica Ensiclopoedia)&lt;br /&gt;1218 Perang Salib Kelima. Pasukan dari Frank dan German dipimpin kardinal Pelagius mencapai Dumyat&lt;br /&gt;(Damietta, Mesir). Mereka ditawari Jerusalem asal meninggalkan Mesir, dan ditolak karena berharap&lt;br /&gt;mendapatkan wilayah yang jauh lebih besar. Misi ini tidak berhasil dan akhirnya membuat kesepakatan&lt;br /&gt;damai dengan Muslim (Mesir) tahun 1221.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1219&lt;br /&gt;Ghengis Khan atau Temujin (1155-1227) Baikal, Mongolia.&lt;br /&gt;Menyerbu Bukhara dan Samarkand.&lt;br /&gt;Imperium Mongol berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Rajasa Amurwabhumi (Ken Angrok) raja Kerajaan Singosari.&lt;br /&gt;Ken Angrok yang berasal dari rakyat biasa, membunuh Tunggul Ametung bupati Tumapel, memperistri Ken&lt;br /&gt;Dedes janda Tunggul Ametung, menaklukkan Kediri dan membangun dinasti Girindrawangsa&lt;br /&gt;1222-1227&lt;br /&gt;1228 Perang Salib Keenam. Dipimpin oleh Frederick II, Raja Holy Roman dari Franks dengan disertai sejumlah&lt;br /&gt;pemimpin pasukan dari berbagai negeri Eropa. Tanpa pertempuran besar, berhasil membuat perjanjian&lt;br /&gt;dengan Sultan Mesir, Malik al-Kāmil (1180-1238) dengan sebagian besar Jerusalem menjadi bagian Kristen.&lt;br /&gt; Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anusapati, raja di Singosari&lt;br /&gt;1247-1248&lt;br /&gt;1249 Perang Salib ketujuh. Pasukan Turki merebut Jerusalem 1244, Louis IX dari Perancis memimpin perang&lt;br /&gt;salib, merebut Damietta dengan harapan menukar dengan Jerusalem, gagal karena pasukannya menderita&lt;br /&gt;kekalahan besar. Louis sendiri ditawan dan dibebaskan tahun 1250 dengan tebusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1250 Roger Bacon, (1220-1292), Oxford, England, merevisi pandangan keilmuan dengan mengajukan&lt;br /&gt;experimental science.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1252 Paus Innocentius IV membolehkan inkuisasi atau pengadilan gereja memakai cara kekerasan yang&lt;br /&gt;kemudian menjadi brutal. Mencapai puncaknya pada jaman Raja Ferdinand dan Ratu Isabela (Spanyol),&lt;br /&gt;diperkirakan 2,000 orang dibakar hidup-hidup dan 160,000 Yahudi diusir dari Spanyol/Portugal. Raja&lt;br /&gt;Charles V melakukan di Belanda pada 1522, inkusasi Spanyol dan jajahannya berakhir tahun 1834.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1260 Islam memasuki Gujarat, pusat perdagangan India&lt;br /&gt;untuk wilayah Timur&lt;br /&gt;Wisynuwardhana, raja di Singosari 1248-1268&lt;br /&gt;1260-1295 Cina dipersatukan dibawah emperor Kubilai Khan (Mongol). Ekspansi pertama ke Selatan &lt;br /&gt;  Kertanagara, raja Singosari.&lt;br /&gt;• Membangun pusat pemerintahan Singosari&lt;br /&gt;• Mengadakan perlawanan terhadap hegemoni Kubulai Khan&lt;br /&gt;• Mengadakan aliansi dengan Campa menghadapi Mongol&lt;br /&gt;1268-1292Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;• Menolak mengakui Mongol setelah Campa jatuh ke bawah Mongol.&lt;br /&gt;• Terbunuh oleh Jayakatwang vasal Singosari.&lt;br /&gt;Patung dalam bentuk hari-hara ardhanari yang diyakini sebagai Kartanegara.&lt;br /&gt;Museum fur Volker Kunde, Berlin tahun 1865&lt;br /&gt;1270 Perang Salib kedelapan (terakhir). Raja Louis IX kembali mencoba menebus kekalahan tahun 1249,&lt;br /&gt;mendarat di Afrika Utara, meninggal karena sakit sampar. Kemudian dibaptis sebagai Santo. Setelah itu&lt;br /&gt;Eropa kehilangan minat menjalankan perang suci dan Jerusalem kembali di bawah Muslim 1291.&lt;br /&gt;Hasil Perang Salib&lt;br /&gt;Perang ini menstimulasi perdagangan, makanan, bumbu dan tekstil baru muncul di Eropa. Terjadi&lt;br /&gt;pertukaran pengetahuan pengobatan, sains dan peralatan perang yang semuanya bermuara pada&lt;br /&gt;terjadinya pemikiran pencerahan atau Renaissance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kemunculan kerajaan Islam Samudra Pasai (kota Perlak) di ujung Sumatera, dengan penguasa pertama,&lt;br /&gt;Malik Al Saleh, yang makamnya bertarikh 696 H (1297 M.&lt;br /&gt;1290Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;1307-1368 Perlawanan di Cina mengusir Mongol, dan&lt;br /&gt;berdirinya Dinasti Ming&lt;br /&gt;Marcopolo mengunjungi Sumatera 1292&lt;br /&gt;  Raden Wijaya mengusir pasukan Kubilai Khan (Mongol) yang akan menghukum Kartanegara dan Jawa&lt;br /&gt;dan mendirikan Majapahit dan menjadi raja pertama bergelar Kertarajasa Jayawardhana&lt;br /&gt;1294-1309&lt;br /&gt;  Jayanegara putra mahkota Kertarajasa Jayawardhana dengan Dara Petak putri Melayu , menjadi raja&lt;br /&gt;Majapahit. Jayanegara dibunuh oleh tabib Tancha, yang kemudian dibunuh oleh Gajah Mada.&lt;br /&gt;1309-1328&lt;br /&gt;  Tribuana Wijayottunggadewi&lt;br /&gt;Jayanegara tidak berputra, yang menggantikan seharusnya Gayatri yang menjadi pertapa, maka anaknya&lt;br /&gt;Sri Gitarja menggantikan dan bergelar Tribuana. Dia memerintah didampingi suaminya Kertawardhana.&lt;br /&gt;Tribuana mengangkat Gajah Mada sebagai mahapatih.&lt;br /&gt;Dibantu Adityawarman, Gajah Mada menaklukkan Bali (1334)&lt;br /&gt;1329-1350&lt;br /&gt;1347 Black Death Wabah penyakit sampar (pes) menyerang Eropa, diperkirakan sekitar sepertiga penduduk&lt;br /&gt;Eropa meninggal akibat wabah ini.&lt;br /&gt;Wabah ini bermula dari Sisilia waktu pasukan Kipchak melemparkan bagian-bagian mayat kedalam kota&lt;br /&gt;yang dikepung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1355 Ibnu Batutah (1304-1369), Tangier, Morocco, membukukan riwayat perjalannya sejauh 120,000 km&lt;br /&gt;menjelajahi negeri-negeri Muslim, termasuk perjalanannya ke Cina dan Sumatera.&lt;br /&gt; Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;1337-1453 Perang 100 tahun. Legalitas raja-raja abad pertengahan seringkali berkaitan antar satu kerajaan dengan&lt;br /&gt;lainnya. Raja William I dari Normandi menaklukkan England 1066, kemudian perkawinan dan aliansi telah&lt;br /&gt;merobah hak English di daerah Perancis. Pada waktu meninggalnya raja Perancis Charles IV pada 1328,&lt;br /&gt;Edwar III dari England yang juga adalah Duke dari Guyenne (Selatan Perancis) dan Count dari Ponthieu&lt;br /&gt;(English Channel) dan ibu dari Edward II adalah saudara Charles IV yang tidak punya putra, maka Edward&lt;br /&gt;III merasa berhak atas tahta Perancis. Count Valois yang merupakan cucu dari Philip III (Perancis) juga&lt;br /&gt;mengklaim tahta itu. Bangsawan Perancis memilih Philip VI, yang merampas tanah Edward III, dan&lt;br /&gt;berakhir dengan perang yang berkepanjangan selama lima generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1349 Duke of Burgundy (Franks) menguasai Netherlands, Belgium &amp;amp; Luxemburg. Sejak abad ke 10 daerah&lt;br /&gt;Netherlands terbagi atas beberapa negara kecil yang berperang satu sama lain. Burgundy menyatukan&lt;br /&gt;daerah ini yang kemudian dikuasai oleh Dinasti Habsburg (Austria) sampai abad ke 15.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Hayam Wuruk (Rajasanagara) raja Majapahit&lt;br /&gt;Gajah Mada masih menjadi Mahapatih Majapahit, legenda sumpah Palapa oleh Gajahmada bersumber&lt;br /&gt;dari buku Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 semasa Hayam Wuruk. pada&lt;br /&gt;masa ini Majapahit mendapat masa keemasan dengan keberhasilan penaklukan (setidaknya hegemoni)&lt;br /&gt;banyak kerajaan lain seantero Nusantara&lt;br /&gt;1350-1389&lt;br /&gt;1358 Penyelesaian istana Alhambra (Cordova) setelah dikerjakan selama 80 tahun.&lt;br /&gt;Alhambra, istana dan sekaligus benteng, Granada, Spanyol. Nama Alhambra (Arab) mempunyai arti ”si&lt;br /&gt;merah” karena dindingnya terbuat dari bata yang berwarna merah. Dibangun pada masa pemerintahan Ibn&lt;br /&gt;Al-Ahmar dinasti Nasrid (1238) dan penerusnya di atas sebuah bukit dimana seluruh penjuru kota Granada&lt;br /&gt;kelihatan. Dekorasi interior yang mengagumkan dibangun oleh Yusuf I (m.1354). Setelah bangsa Moor&lt;br /&gt;dikalahkan pada tahun 1492, sebagian interior dirobah dan dihancurkan. Dibangun kembali oleh Charles V&lt;br /&gt;yang menguasai Spanyol (1515-1556) dengan gaya Rennaisance. Berapa menara dirubuhkan oleh&lt;br /&gt;Perancis dalam Perang Kemerdekaan (1812). Gempa dahsyat tahun 1821 menambah kerusakan struktur.&lt;br /&gt;Restorasi dimulai tahun 1828 dan berlanjut sampai abad ke 20.&lt;br /&gt;Alcazaba atau benteng, merupakan bagian tertua yang dibangun oleh bangsa Moor hanya tinggal didnding&lt;br /&gt;benteng yang massif. Di dalam Alcazab terletak istana Alhambra yang terbagi dua dengan Alhambra Alta&lt;br /&gt;(Alhambra Atas) tempat kedudukan pemerintahan pada jaman dulu.&lt;br /&gt;Ruangan utama istana ini Patio de los Arrayanes (Court of the Myrtles) dan Patio de los Leones (Court of&lt;br /&gt;the Lions, dinamai demikian karena ditengahnya ada air mancur yang ditopang oleh 12 patung singa dari&lt;br /&gt; Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;marmer, lambang kekuatan dan keberanian). Ruangan yang paling penting ialah Sala de los Embajadores&lt;br /&gt;(Hall of Ambassadors, yang merupakan ruangan resepsi), kemudian Sala de las Dos Hermanas (Hall of&lt;br /&gt;Two Sisters, dengan ornament model stalactite.&lt;br /&gt;  Majapahit menaklukkan Palembang dan tumbuhnya Malaka&lt;br /&gt;Parameswara diyakini sebagai seorang pangeran dari Palembang yang berhasil meloloskan diri dari&lt;br /&gt;serangan Majapahit, melarikan diri ke semenanjung Malaya, menemukan pelabuhan yang bagus dibagian&lt;br /&gt;paling sempit dari selat Malaka dan mendirikan kota pelabuhan Malaka.&lt;br /&gt;Malaka bergerak menaklukkan daerah-daerah di kedua sisi Selat Malaka yang menghasilkan bahan&lt;br /&gt;pangan, timah, emas, dan lada, sehingga meningkatkan kemakmuran dan posisi strategisnya. Pada tahun&lt;br /&gt;1480, kerajaan ini menguasai pusat-pusat penduduk yang penting di seluruh Semenanjung Malaya bagian&lt;br /&gt;Selatan dan pantai Timur Sumatera bagian tengah.&lt;br /&gt;Pada mulanya, Parameswara adalah seorang raja yang beragama Hindu—Budha, tampaknya pada masa&lt;br /&gt;akhir pemerintahannya (1390-1414), dia menganut agama Islam dan memakai nama Iskandar Syah. Dua&lt;br /&gt;orang penggantinya, Megat Iskandar Syah (1414-1424) dan Muhammad Syah (1424-1444), beragama&lt;br /&gt;Islam. Akan tetapi, ada kemungkinan telah terjadi suatu reaksi dari kalangan Hindu-Budha selama masa&lt;br /&gt;pemerintahan raja keempat, Parameswara Dewa Syah (1445-6), yang tampaknya terbunuh dalam suatu&lt;br /&gt;kudeta yang dilancarkan orang Islam dan digantikan oleh saudara sepupunya, Sultan Muzaffar Syah (1446-&lt;br /&gt;1459). Setelah itu, posisi Islam semakin tidak tersaingi.&lt;br /&gt;Aspek yang paling menarik dari Malaka bagi sejarah Indonesia ini ialah jaringan perdagangannya yang&lt;br /&gt;sangat luas yang membentang sampai ke pulau-pulau di Indonesia. Tome Pires, penulis Portugis, telah&lt;br /&gt;melukiskan kebesaran sistem ini dengan semangat yang mungkin berlebihan, tetapi deskripsi umumnya&lt;br /&gt;jelas dapat dipercaya.&lt;br /&gt;1377&lt;br /&gt;  Perang Bubat&lt;br /&gt;Titik balik perluasan Majapahit berakhir dengan Perang Bubat yang terjadi antara kerajaan Sunda dengan&lt;br /&gt;Majapahit. Bermula dari rencana perkawinan politik Hayam Wuruj dengan Dyah Pitaloka (citraresmi) dari&lt;br /&gt;Sunda. Sewaktu pengantin dan rombongan samapai di Majapahit (Trowulan), Gajah Mada menghendaki&lt;br /&gt;pengantin dipersembahkan lebih dulu kepada Hayam Wuruk sebelum perkawinan dilaksanakan. Hal itu&lt;br /&gt;tidak bisa diterima oleh rombongan Sunda, dan peperangan di Bubat. Semua rombongan dan pengantin&lt;br /&gt;terbunuh.&lt;br /&gt;Catatan: Dua negara besar pada abad XIV dan XV, Majapahit dan Malaka, Majapahit adalah negara&lt;br /&gt;1379Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;Hindu-Budha,. sementara Malaka, walaupun merupakan negara terpenting di nusantara bagian barat,&lt;br /&gt;terletak di kawasan yang sekarang menjadi negeri Malaysia. Sejarah yang rinci mengenai Majapahit sangat&lt;br /&gt;tidak jelas. Sumber-sumbernya yang utama adalah prasasti-prasasti berbahasa lawa Kuno, naskah&lt;br /&gt;Desawarnana atau Negarakertagama berbahasa Jawa Kuno yang ditulis pada tahun 1365 (dikenal hanya&lt;br /&gt;dalam manuskrip-manuskrip yang lebih kemudian), naskah Pararaton berbahasa Jawa Tengahan (yang&lt;br /&gt;dikenal dari salinan-salinan yang lebih kemudian yang ditemukan di Pulau Bali), dan beberapa catatan&lt;br /&gt;berbahasa Cina. Keterpercayaan semua sumber yang berbahasa Jawa tersebut telah disangsikan oleh&lt;br /&gt;C.C. Berg, yang menyatakan bahwa sumber-surnber itu harus dipandang bukan sebagai dokumen-&lt;br /&gt;dokumen sejarah, melainkan sebagai dokumen-dokumen sakti, yang harus dipahami dalam konteks mitos-&lt;br /&gt;mitos politiko-religius yang menjadi perhatian para penulis catatan-catatan tersebut. Berg beranggapan&lt;br /&gt;bahwa naskah-naskah itu tidak dimaksudkan untuk rnerekam peristiwa-peristiwa masa lampau,&lt;br /&gt;1403 Kaisar Ming (China) memulai politik ekspansi ke Selatan &lt;br /&gt;  Vikramawardhana raja Majapahit 1389-1429&lt;br /&gt;  Cheng Ho (seorang Muslim) duta besar Kaisar China mengunjungi Sumatera dan Jawa dan memaksa&lt;br /&gt;semua raja Jawa dan Sumatera mengakui kekuasaan Cina. Sekaligus masuknya Islam dari Cina.&lt;br /&gt;1405&lt;br /&gt;  Makam Maulana Malik Ibrahim, makam Muslim pertama di Gresik 1419&lt;br /&gt;  Ratu Suhita raja Majapahit 1429&lt;br /&gt;1435&lt;br /&gt;Leonardo da Vinci (1452-1519), artis, pelukis, pematung, arsitek, engineer dan saintis dari Florence,&lt;br /&gt;Italia. Leonardo mulanya magang pada Andrea del Verrochio (1435-1488), dan memperlihatkan bakat&lt;br /&gt;melukis yang menakjubkan, menulis Della Pitture (Treatise On Painting) pada 1435. Melakukan&lt;br /&gt;penyelidikan anatomi manusia dan membuat gambar anatomi dengan detail yang mengagumkan. Pada&lt;br /&gt;awalnya studi anatominya sekitar struktur kerangka dan otot manusia, kemudian beralih kebagian dalam.&lt;br /&gt;Leonardo menggabungkan riset anatomi dan fisiologi atau fungsi mekanik dari tubuh manusia yang&lt;br /&gt; Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;dikerjakan dengan membedah mayat di rumah sakit bersama Marcantonio della Torre. Riset ini tidak&lt;br /&gt;dipublikasikan, baru terungkap setelah tahun 1956.&lt;br /&gt;Bersama ahli matematika Lucia Paciolli mempublikasikan hasil studinya tentang Divina Proportione&lt;br /&gt;(Proporsi Agung) pada tubuh manusia melanjutkan teori proportionalitas Vitruvius (100 BC) dengan&lt;br /&gt;membuktikan teori itu berasal dari proporsi tubuh manusia, jarak dari kepala ke pinggang dan pinggang ke&lt;br /&gt;ujung kaki terhadap tinggi selalu dalam proporis yang disebut golden section. Gambar ini terkenal dengan&lt;br /&gt;nama Vitruvian Man. Pada saat tubuh manusia berdiri tegak di atas lantai rata dengan lengan terentang,&lt;br /&gt;maka garis terluar akan membentuk segi empat, bila dalam posisi kedua lengan terangkat dan kaki jarang&lt;br /&gt;atau posisi elang, maka garis terluar akan membentuk lingkaran. Penemuan ini mempunyai kontribusi&lt;br /&gt;dalam merubah pandangan tentang manusia zaman Renaissance.&lt;br /&gt;Golden Section yang diulas oleh Leonardo dalam seni, matematika, adalah proporsi geometris yang ada&lt;br /&gt;di alam, misalnya perbandingan panjang tulang siku terhadap panjang lengan, angka perbandingan ini&lt;br /&gt;selalu jatuh pada angka 0.6180339…. Secara estetis ini adalah proporsi terbaik dalam arsitektur dan&lt;br /&gt;lainnya dalam alam. A————-B——–C&lt;br /&gt;Bila AB = 1 dan panjang keseluruhan AC = x, maka AC/CB = AB/AC dapat dirobah menjadi x / (1-x) = 1 / x&lt;br /&gt;bila kedua sisi persamaan dikalikan dengan x(1-x) akan mendapatkan x2&lt;br /&gt; = 1 – x, penyelesaikan dengan&lt;br /&gt;persamaan kuadrat, akan mendapatkan x = (-1 + √5) / 2 = 0.6180339…Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;Sebagai saintis Leonardo da Vinci sangat menonjol pada zamannya seperti halnya dalam karya seni&lt;br /&gt;semuanya berasal dari observasi yang sangat teliti, sebagian besar ditulis dengan terbalik sebuah&lt;br /&gt;pameran skill yang luar biasa. sebagian besar karya sains itu tidak berhubungan dengan zamannya, lebih&lt;br /&gt;banyak berkaitan dengan zaman modern. Dalam anatomi dia menyelidiki aliran darah dan mekanik&lt;br /&gt;pergerakan mata. Dia melakukan studi geologi dan meteorologi dan menemukan pengaruh bulan terhadap&lt;br /&gt;pasang dan terbentuknya benua dan asal mula fossil. Teori awal hidrolik darinya yang menghasilkan teknik&lt;br /&gt;kanal. Dia merancang banyak sekali mesin dan mekanik, termasuk peralatan untuk terbang walaupun tidak&lt;br /&gt;praktis namun sangat sesuai dengan prinsip aerodinamik, demikian pula dengan ortnithopter, dasar dari&lt;br /&gt;helikopter telah diselidiki oleh Leonardo. Setidaknya Leonardo da Vinci adalah illustrator saintifik pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Wijayaparakramawardhana (Bre Tumapel) raja Majapahit 1447-1451&lt;br /&gt;  Rajasawardhana (Bre Pamotan) raja Majapahit 1451-1453Periode I. Hindu-Budha, Islam awal&lt;br /&gt;Tahun Kejadian Penting Global dan Nusantara Tahun&lt;br /&gt;  Girisawardhana (Bre Wengker) raja Majapahit 1456-1466&lt;br /&gt;  Singhawikramawardhana (Bre Pandan Salar) raja Majapahit 1466-1478&lt;br /&gt;1492 Christophorus Columbus (1451-1506) sampai di San Salvador, benua Amerika.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2178758604110707171-8766713850955761745?l=nusantarakunusantarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/feeds/8766713850955761745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/07/epitomae-irisan-sejarah-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/8766713850955761745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/8766713850955761745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/07/epitomae-irisan-sejarah-indonesia.html' title='Epitomae (Irisan) Sejarah Indonesia,  Nusantara dan Dunia'/><author><name>Dana Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Sln_Fyh99eI/AAAAAAAAABg/B4ApiJ9vsMc/S220/Lagi+dan+lagi+(2)edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2178758604110707171.post-2715059498757934692</id><published>2009-07-05T03:19:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T22:09:31.983-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nusantara'/><title type='text'>Fenomena Snouck Hurgronje di Pentas Sejarah Nusantara</title><content type='html'>CHRISTIAAN Snouck Hurgronje (1857-1936) memang figur kontroversial dalam pentas sejarah Indonesia kontemporer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polemik seputar pro dan kontra atas keberadaan Hurgronje sebagai tokoh &lt;br /&gt;orientalis bagaikan danau dari mata air yang tak pernah kering untuk &lt;br /&gt;terus direnangi oleh siapa pun. Lantas, dalam &lt;br /&gt;konteks Indonesia masa kini, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana &lt;br /&gt;seharusnya memahami fenomena Snouck Hurgronje tersebut dan di manakah &lt;br /&gt;pemikiran-pemikirannya itu seyogianya ditempatkan? &lt;br /&gt;Apalagi kalau pisau analisis yang ditorehkan itu &lt;br /&gt;dibaluti emosi, lengkap dengan kebencian sebagai anak jajahan yang &lt;br /&gt;merasakan getirnya masa lalu bangsa ini karena telah dikuliti hingga ke &lt;br /&gt;tulang sumsum. &lt;br /&gt;Dan, yang pokok adalah bagaimana upaya kita untuk &lt;br /&gt;menempatkan temuan-temuan tentang Hurgronje itu dalam relasi kehidupan &lt;br /&gt;masa kini, terutama dalam konteks pembangunan di Provinsi Nanggroe Aceh &lt;br /&gt;Darussalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan berupaya memahami fenomena Snouck Hurgronje dalam relasi &lt;br /&gt;semacam itu, sebagaimana dikemukakan Dr Amirul Hadi MA dari IAIN &lt;br /&gt;Ar-Raniry Banda Aceh, baru kita mampu memberikan pemahaman yang &lt;br /&gt;kontekstual terhadap pemikiran dan perilakunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisannya di harian Kompas edisi 2 Februari &lt;br /&gt;1983, menyusul polemik mengenai Snouck Hurgronje yang disulut &lt;br /&gt;pernyataan Dr PS van Koningsveld, Remmelingk menyatakan, "Oleh karena &lt;br /&gt;Snouck Hurgronje adalah tokoh yang pernah berdiri di tengah badai yang &lt;br /&gt;masih mengamuk ini, kita harus berkepala dingin jika kita membicarakan &lt;br /&gt;peranannya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa, menguasai sepenuhnya semua sumber tertulisnya harus juga disertai pengetahuan yang lengkap mengenai realitas yang hidup. &lt;br /&gt;Menurut tesis Hurgronje, seperti halnya dalam kehidupan individu, dalam &lt;br /&gt;kehidupan masyarakat pun unsur-unsur agama dan yang bukan agama terkait &lt;br /&gt;dan tak terpisahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, mereka yang yang memang betul-betul ingin menyelami &lt;br /&gt;faktor Islam dalam kehidupan suatu bangsa harus mengetahui pula aspek &lt;br /&gt;keseharian masyarakatnya. Permainan anak-anak, &lt;br /&gt;kesenangan orang-orang dewasa, sastra profan, berikut tata pengaturan &lt;br /&gt;desa, dalam banyak segi sama penting dengan kitab-kitab yang digunakan &lt;br /&gt;dalam pengajaran agama, tarekat-tarekat mistik yang dipropagandakan di &lt;br /&gt;daerah bersangkutan, atau posisi para ahli syariat. &lt;br /&gt;yarakat luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amirul Hadi mencatat, dampak ikutan dari kebijakan itu telah menimbulkan berbagai ketegangan. &lt;br /&gt;Revolusi sosial berdarah di Aceh pada akhir tahun 1945 dan awal tahun &lt;br /&gt;1946, yang dikenal dengan Perang Cumbok, salah satu penyebabnya juga &lt;br /&gt;karena dipicu oleh sistem yang diterapkan oleh pemerintahan kolonial &lt;br /&gt;dengan pola divide and rule-nya: mempertentangkan posisi uleebalang &lt;br /&gt;dengan kaum ulama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi Hurgronje itu memang berhasil mengukuhkan kekuasaan &lt;br /&gt;pemerintahan kolonial di tanah Aceh, tetapi gagasan dan obsesinya untuk &lt;br /&gt;menciptakan apa yang dia sebut "asosiasi budaya" antara pribumi dan &lt;br /&gt;Belanda gagal total.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2178758604110707171-2715059498757934692?l=nusantarakunusantarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/feeds/2715059498757934692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/07/fenomena-snouck-hurgronje-di-pentas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/2715059498757934692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/2715059498757934692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/07/fenomena-snouck-hurgronje-di-pentas.html' title='Fenomena Snouck Hurgronje di Pentas Sejarah Nusantara'/><author><name>Dana Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Sln_Fyh99eI/AAAAAAAAABg/B4ApiJ9vsMc/S220/Lagi+dan+lagi+(2)edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2178758604110707171.post-291288066761838723</id><published>2009-07-01T03:15:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T03:15:01.026-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebangsaan'/><title type='text'>Sejarah Nusantara</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nusantara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nusantara adalah Indonesia.   Bedanya, Indonesia adalah nama resmi yang tertera dalam UUD 1945.  Sedangkan Nusantara hanya semacam gelar.  Kata “Indonesia” kali pertama dikumandangkan pada tanggal 28 Oktober 1928 dalam “Sumpah Pemuda”,  sebenarnya asal kata “indos nesos” pemberian Sebastian yang berarti kepulauan dekat India.  Bagi bangsa kita, Sebastian sebenarnya bukan siapa-siapa dan tidak berjasa apapun.  Dia hanyalah seorang ahli geografi asal Jerman.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Nusantara adalah nama pemberian Sri Mpu Mahapatih Gajah Mada, sang pemersatu dari Majapahit.   Kata “Nusantara” tertera jelas dalam “Sumpah Palapa” yang diucapkannya sebelum gerakan pemersatuan dimulai.   Itu menandakan bahwa Gajah Mada adalah orang profesional yang menjunjung tinggi commitment. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Derita Nusantara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa penjajahan, nasib bangsa kita ludes diinjak-injak penjajah miskin, Belanda.   Setelah merdeka, di jaman Orde Lama, kita terkecoh dengan hiruk-pikuk kepentingan politik yang hanya memecah-belah kehidupan rakyat.   Di jaman Orde Baru, kita dikekang habis-habisan bak kerbau dungu oleh dominasi kekuasaan militerisme.   Namun meskipun sangat otoriter bergaya komunis, pemerintah Orde Baru ternyata melakukan praktek "kapitalisme tak beretika" yang memihak kaum kapitalis dari keluarga dan kroni penguasa melalui proyek bawah tanah yang dikenal sebagai konglomerasi.   Korupsi, kolusi dan nepotisme yang semula (di jaman Orde Lama) dilakukan diam-diam oleh oknum tertentu, menjadi suatu budaya terorganisir secara rapi dan bukan rahasia umum.   Premanisme dan palakisme menjadi kelaziman sehari-hari.   Tumbangnya Orde Baru oleh gerakan reformasi ternyata tidak memperbaiki perikehidupan bangsa.  Bahkan cenderung kembali hiruk-pikuk kepentingan politik seperti era Orde Lama ditambah budaya KKN yang kian massal.    Lengkaplah sudah penderitaan Bumi Pertiwi ini.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sejarah Palsu Nusantara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari SD sampai SMP kita dicekoki pelajaran sejarah palsu.  Namun sayang sekali kita masih mempercayainya sebagai informasi yang benar.   Sejarah itu yang menyusun Belanda, tentu sarat dengan muatan politik untuk menyudutkan kita sebagai bangsa yang keok dan kerdil.   Mungkin hal inilah yang membuat kita hingga hari ini tidak peduli dengan martabat bangsa di depan mata dunia.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mengatakan komplotan pedagang Belanda yang dipimpin oleh Jan Peter Soen Koen pada tanggal 27 Agustus 1828 mampu mengalahkan tentara Sultan Agung Hanyokrokusumo.   Ini adalah bohong besar yang bodoh.   Bagaimana mungkin tentara Mataram di masa jayanya bisa dikalahkan oleh komplotan pedagang miskin.    Demak saja, yang masih cikal bakal Mataram, mampu menangkal masuknya Portugis ke Aceh (Samudera Pasai).   Padahal Portugis bukan komplotan pedagang licik, tetapi benar-benar pasukan penjajah yang kejam.   Dimana mereka mendarat, niscaya banjir darah.   Yang lebih ironi pada tanggal 8 Februari 1686, seorang budak bernama Untung Surapati berontak, bisa membunuh pemimpin pasukan pemburunya yang bernama Kaptein Tack.  Bukankah ini fakta yang bertentangan.   Mestinya secara logika komplotan pedagang itu sudah makin kuat.   Lebih konyol lagi, 2 abad kemudian, seharunsa komplotan Belanda sudah sangat kuat.   Pada tahun 1825, seorang putra bangsawan bernama Pangeran Diponegoro yang hanya ditemani beberapa sahabat dan tentara yang membangkang   Ternyata kali ini dongeng Jan Peter Soen Koen semakin tampak culun.   Belanda perlu waktu 5 tahun untuk mengalahkan Diponegoro yang hanya pemberontak kecil.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kita telah ditipu mentah-mentah oleh sejarah palsu bikinan Belanda.  Mungkin Belanda sejak pertama dating hingga abad 19 hanya berdagang.  Mungkin sebagian dari mereka dipercaya oleh pihak kerajaan Mataram sebagai konsultan dan pengembang.   Van den Bosch sebagai mitra usaha perkebunan, ditulis sebagai “tanam paksa”.   Daendels sebagai pemborong jalan raya di Jawa, ditulis sebagai “kerja paksa”.   Mungkin kekuatan “paksa” itu sebenarnya katebelece dari kerajaan.   Setelah mereka bisa masuk terlalu dalam ke urusan kerajaan akibat kelengahan raja Amangkurat I, disitulah mereka mulai memainkan politik “devide et impera” secara efektif.   Dan setelah terbukti kerajaan bisa terpecah menjadi 4 (Surakarta, Mangkunegaran, Yogjakarta dan Paku Alaman), maka secara perlahan tapi pasti komplotan pedagang licik itu berubah menjadi penjajah.   Kita dijajah Belanda sebenarnya hanya 70 tahun, persisnya tahun 1870 hingga 1940, dimana Nusantara ini diklaim sebagai wilayah pemerintahan Hindia Belanda.   Mereka membuat dongeng heroik J.P Soen Koen dll hanya untuk menekan moral dan mental kita sebagai bangsa yang ringkih dan dungu.    Cepat atau lambat teknologi informatika akan bisa mengungkapkan kebohongan sejarah ini.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bangsaku, marilah kita buang jauh kepasrahan menghadapi kegelapan ini.   Kita bukan bangsa yang nglokro dan keok.  Yang bodoh hanya seorang, Amangkurat I.  Kita tiru Gajah Mada, Raden Fatah, Panembahan Senopati, Sultan Agung Hanyokrokusumo, Untung Suropati, Diponegoro, Imam Bonjol, Sri Hamengkubuwono IX, Bung Karno dan Bung Hatta.   Mari kita bangkit membangun Nusantara tercinta ini. &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2178758604110707171-291288066761838723?l=nusantarakunusantarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/feeds/291288066761838723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/07/sejarah-nusantara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/291288066761838723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/291288066761838723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/07/sejarah-nusantara.html' title='Sejarah Nusantara'/><author><name>Dana Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Sln_Fyh99eI/AAAAAAAAABg/B4ApiJ9vsMc/S220/Lagi+dan+lagi+(2)edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2178758604110707171.post-4053155674484703739</id><published>2009-06-25T09:16:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T22:06:37.395-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nusantara'/><title type='text'>Sejarah Nusantara</title><content type='html'>&lt;h2 style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Zaman prasejarah&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;br style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Migrasi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia_purba" title="Manusia purba" class="mw-redirect"&gt;manusia purba&lt;/a&gt; masuk ke wilayah Nusantara terjadi para rentang waktu antara 100.000 sampai 160.000 tahun yang lalu sebagai bagian dari migrasi manusia purba "out of Africa". Ras Ras Austolomelanesia (Papua) memasuki kawasan ini ketika masih bergabung dengan daratan Asia kemudian bergerak ke timur, sisa tengkoraknya ditemukan di gua Braholo (Yogyakarata), gua Babi dan gua Niah (Kalimantan). Selanjutnya kira-kira 2000 tahun sebelum Masehi, perpindahan besar-besaran masuk ke kepulauan Nusantara (imigrasi) dilakukan oleh ras Austronesia dari Yunan dan mereka menjadi nenek moyang suku-suku di wilayah Nusantara bagian barat. Mereka datang dalam 2 gelombang kedatangan yaitu sekitar tahun 2.500 SM dan 1.500 SM.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Bangsa nenek moyang ini telah memiliki peradaban yang cukup baik, mereka paham cara bertani yang lebih baik, ilmu pelayaran bahkan astronomi. Mereka juga sudah memiliki sistem tata pemerintahan sederhana serta memiliki pemimpin (raja kecil). Kedatangan imigran dari India pada abad-abad akhir &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sebelum_Masehi" title="Sebelum Masehi" class="mw-redirect"&gt;Sebelum Masehi&lt;/a&gt; memperkenalkan kepada mereka sistem tata pemerintahan yang lebih maju (kerajaan). Tokoh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dewawarman&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Dewawarman (halaman belum tersedia)"&gt;Dewawarman&lt;/a&gt; adalah orang pertama yang memperkenalkan model tata pemerintahan yang lebih maju itu. Dewawarman melanjutkan dan memajukan wilayah kekuasaan tokoh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aki_Tirem&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Aki Tirem (halaman belum tersedia)"&gt;Aki Tirem&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Zaman pra-kolonial&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Pada zaman ini banyak berdiri kerajaan-kerajaan, yang dikelompokan kedalam 3 agama besar di Indonesia, yaitu &lt;span class="mw-headline"&gt;Kerajaan Hindu/Buddha dan Kerajaan Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Zaman kolonial&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Zaman Portugis&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Keahlian bangsa Portugis dalam navigasi, pembuatan kapal dan persenjataan memungkinkan mereka untuk melakukan ekspedisi eksplorasi dan ekspansi. Dimulai dengan ekspedisi eksplorasi yang dikirim dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaka" title="Malaka"&gt;Malaka&lt;/a&gt; yang baru ditaklukkan dalam tahun 1512, bangsa Portugis merupakan bangsa Eropa pertama yang tiba di kepulauan yang sekarang menjadi Indonesia, dan mencoba untuk menguasai sumber rempah-rempah yang berharga &lt;sup id="cite_ref-RICKLEFSp24_0-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara#cite_note-RICKLEFSp24-0"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; dan untuk memperluas usaha &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Misionaris" title="Misionaris"&gt;misionaris&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Katolik_Roma" title="Katolik Roma" class="mw-redirect"&gt;Katolik Roma&lt;/a&gt;. Upaya pertama Portugis untuk menguasai kepulauan Indonesia adalah dengan menyambut tawaran kerjasama dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda" title="Kerajaan Sunda"&gt;Kerajaan Sunda&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada awal abad ke-16, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pelabuhan" title="Pelabuhan"&gt;pelabuhan&lt;/a&gt;-pelabuhan perdagangan penting di pantai utara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Jawa" title="Pulau Jawa" class="mw-redirect"&gt;Pulau Jawa&lt;/a&gt; sudah dikuasai oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Demak" title="Kesultanan Demak"&gt;Kesultanan Demak&lt;/a&gt;, termasuk dua pelabuhan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda" title="Kerajaan Sunda"&gt;Kerajaan Sunda&lt;/a&gt; yaitu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Banten" title="Banten"&gt;Banten&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cirebon" title="Cirebon" class="mw-redirect"&gt;Cirebon&lt;/a&gt;. Khawatir peran pelabuhan Sunda Kelapa semakin lemah, raja &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda" title="Kerajaan Sunda"&gt;Sunda&lt;/a&gt;, Sri Baduga (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prabu_Siliwangi" title="Prabu Siliwangi" class="mw-redirect"&gt;Prabu Siliwangi&lt;/a&gt;) mencari bantuan untuk menjamin kelangsungan pelabuhan utama kerajaannya itu. Pilihan jatuh ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portugis" title="Portugis" class="mw-redirect"&gt;Portugis&lt;/a&gt;, penguasa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaka" title="Malaka"&gt;Malaka&lt;/a&gt;. Dengan demikian, pada tahun 1512 dan 1521, Sri Baduga mengutus putra mahkota, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surawisesa" title="Surawisesa"&gt;Surawisesa&lt;/a&gt;, ke Malaka untuk meminta Portugis menandatangani perjanjian dagang, terutama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lada" title="Lada"&gt;lada&lt;/a&gt;, serta memberi hak membangun benteng di Sunda Kelapa.&lt;sup id="cite_ref-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara#cite_note-1"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahun 1522, pihak Portugis siap membentuk koalisi dengan Sunda untuk memperoleh akses perdagangan lada yang menguntungkan. Tahun tersebut bertepatan dengan diselesaikan penjelajahan dunia oleh Magellan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Komandan benteng Malaka pada saat itu adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jorge_de_Albuquerque&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Jorge de Albuquerque (halaman belum tersedia)"&gt;Jorge de Albuquerque&lt;/a&gt;. Tahun itu pula dia mengirim sebuah kapal, São Sebastião, di bawah komandan Kapten Enrique Leme, ke Sunda Kalapa disertai dengan barang-barang berharga untuk dipersembahkan kepada raja Sunda. Dua sumber tertulis menggambarkan akhir dari perjanjian tersebut secara terperinci. Yang pertama adalah dokumen asli Portugis yang berasal dari tahun 1522 yang berisi naskah perjanjian dan tandatangan para saksi, dan yang kedua adalah laporan kejadian yang disampaikan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jo%C3%A3o_de_Barros&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="João de Barros (halaman belum tersedia)"&gt;João de Barros&lt;/a&gt; dalam bukunya "&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Da_Asia&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Da Asia (halaman belum tersedia)"&gt;Da Asia&lt;/a&gt;", yang dicetak tidak lama sebelum tahun 1777/78.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut sumber-sumber sejarah ini, raja Sunda menyambut hangat kedatangan orang Portugis. Saat itu Prabu Surawisesa telah naik tahta menggantikan ayahandanya dan Barros memanggilnya "raja Samio". Raja Sunda sepakat dengan perjanjian persahabatan dengan raja &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portugal" title="Portugal"&gt;Portugal&lt;/a&gt; dan memutuskan untuk memberikan tanah di mulut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ciliwung" title="Ciliwung" class="mw-redirect"&gt;Ciliwung&lt;/a&gt; sebagai tempat berlabuh kapal-kapal Portugis. Selain itu, raja Sunda berjanji jika pembangunan benteng sudah dimulai maka beliau akan menyumbangkan seribu karung lada kepada Portugis. Dokumen kontrak tersebut dibuat rangkap dua, satu salinan untuk raja Sunda dan satu lagi untuk raja Portugal; keduanya ditandatangani pada tanggal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/21_Agustus" title="21 Agustus"&gt;21 Agustus&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1522" title="1522"&gt;1522&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada dokumen perjanjian, saksi dari Kerajaan Sunda adalah &lt;i&gt;Padam Tumungo, Samgydepaty, e outre Benegar e easy o xabandar&lt;/i&gt;, maksudnya adalah "Yang Dipertuan Tumenggung, Sang Adipati, Bendahara dan Syahbandar Sunda Kelapa". Saksi dari pihak Portugis, seperti dilaporkan sejarawan Porto bernama João de Barros, ada delapan orang. Saksi dari Kerajaan Sunda tidak menandatangani dokumen, mereka melegalisasinya dengan adat istiadat melalui "selamatan". Sekarang, satu salinan perjanjian ini tersimpan di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Nasional_Republik_Indonesia" title="Museum Nasional Republik Indonesia"&gt;Museum Nasional Republik Indonesia&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta" title="Jakarta" class="mw-redirect"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada hari penandatangan perjanjian tersebut, beberapa bangsawan Kerajaan Sunda bersama Enrique Leme dan rombongannya pergi ke tanah yang akan menjadi tempat benteng pertahanan di mulut Ci Liwung. Mereka mendirikan prasasti, yang disebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prasasti_Perjanjian_Sunda-Portugal" title="Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal"&gt;Luso-Sundanese padrão&lt;/a&gt;, di daerah yang sekarang menjadi Kelurahan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tugu&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Tugu (halaman belum tersedia)"&gt;Tugu&lt;/a&gt; di Jakarta Utara. Adalah merupakan kebiasaan bangsa Portugis untuk mendirikan padrao saat mereka menemukan tanah baru. Padrao tersebut sekarang disimpan di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Museum_Nasional_Jakarta&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Museum Nasional Jakarta (halaman belum tersedia)"&gt;Museum Nasional Jakarta&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Portugis gagal untuk memenuhi janjinya untuk kembali ke Sunda Kalapa pada tahun berikutnya untuk membangun benteng dikarenakan adanya masalah di Goa/India.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perjanjian inilah yang memicu serangan tentara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Demak" title="Kesultanan Demak"&gt;Kesultanan Demak&lt;/a&gt; ke Sunda Kelapa pada tahun 1527 dan berhasil mengusir orang Portugis dari Sunda Kelapa pada tanggal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/22_Juni" title="22 Juni"&gt;22 Juni&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1527" title="1527"&gt;1527&lt;/a&gt;. Tanggal ini di kemudian hari dijadikan hari berdirinya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta" title="Jakarta" class="mw-redirect"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gagal menguasai pulau Jawa, bangsa Portugis mengalihkan perhatian ke arah timur yaitu ke Maluku. Melalui penaklukan militer dan persekutuan dengan para pemimpin lokal, bangsa Portugis mendirikan pelabuhan dagang, benteng, dan misi-misi di Indonesia bagian timur termasuk pulau-pulau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ternate" title="Ternate"&gt;Ternate&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ambon" title="Ambon"&gt;Ambon&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Solor&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Solor (halaman belum tersedia)"&gt;Solor&lt;/a&gt;. Namun demikian, minat kegiatan misionaris bangsa Portugis terjadi pada pertengahan abad ke-16, setelah usaha penaklukan militer di kepulauan ini berhenti dan minat mereka beralih kepada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang" title="Jepang"&gt;Jepang&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makao" title="Makao" class="mw-redirect"&gt;Makao&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cina" title="Cina"&gt;Cina&lt;/a&gt;; serta gula di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Brazil" title="Brazil" class="mw-redirect"&gt;Brazil&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kehadiran Portugis di Indonesia terbatas pada Solor, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Flores" title="Flores"&gt;Flores&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Portugis" title="Timor Portugis"&gt;Timor Portugis&lt;/a&gt; setelah mereka mengalami kekalahan dalam tahun 1575 di Ternate, dan setelah penaklukan Belanda atas Ambon, Maluku Utara dan Banda.&lt;sup id="cite_ref-MILLER_XV_2-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara#cite_note-MILLER_XV-2"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Pengaruh Portugis terhadap budaya Indonesia relatif kecil: sejumlah nama marga Portugis pada masyarakat keturunan Portugis di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tugu&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Tugu (halaman belum tersedia)"&gt;Tugu&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta_Utara" title="Jakarta Utara" class="mw-redirect"&gt;Jakarta Utara&lt;/a&gt;, musik keroncong, dan nama keluarga di Indonesia bagian timur seperti da Costa, Dias, de Fretes, Gonsalves, Queljo, dll. Dalam bahasa Indonesia juga terdapat sejumlah kata pinjaman dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Portugis" title="Bahasa Portugis"&gt;bahasa Portugis&lt;/a&gt;, seperti sinyo, nona, kemeja, jendela, sabun, keju, dll.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Zaman &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/VOC" title="VOC" class="mw-redirect"&gt;VOC&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Vereenigde Oostindische Compagnie (Perserikatan Perusahaan Hindia Timur) atau VOC yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 adalah perusahaan Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia. Disebut Hindia Timur karena ada pula VOC yang merupakan perserikatan dagang Hindia Barat. Perusahaan ini dianggap sebagai perusahaan pertama yang mengeluarkan pembagian saham.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meskipun sebenarnya VOC merupakan sebuah badan dagang saja, tetapi badan dagang ini istimewa karena didukung oleh negara dan diberi fasilitas-fasilitas sendiri yang istimewa. Misalkan VOC boleh memiliki tentara dan boleh bernegosiasi dengan negara-negara lain. Bisa dikatakan VOC adalah negara dalam negara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;VOC terdiri 6 Bagian (Kamers) di Amsterdam, Middelburg (untuk Zeeland), Enkhuizen, Delft, Hoorn dan Rotterdam. Delegasi dari ruang ini berkumpul sebagai Heeren XVII (XVII Tuan-Tuan). Kamers menyumbangkan delegasi ke dalam tujuh belas sesuai dengan proporsi modal yang mereka bayarkan; delegasi Amsterdam berjumlah delapan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Indonesia VOC memiliki sebutan populer Kompeni atau Kumpeni. Istilah ini diambil dari kata compagnie dalam nama lengkap perusahaan tersebut dalam bahasa Belanda.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2178758604110707171-4053155674484703739?l=nusantarakunusantarakita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/feeds/4053155674484703739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/06/sejarah-nusantara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/4053155674484703739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2178758604110707171/posts/default/4053155674484703739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nusantarakunusantarakita.blogspot.com/2009/06/sejarah-nusantara.html' title='Sejarah Nusantara'/><author><name>Dana Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Cy0qDVL9tAQ/Sln_Fyh99eI/AAAAAAAAABg/B4ApiJ9vsMc/S220/Lagi+dan+lagi+(2)edited.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
